Bagikan:

JAKARTA – xAI, perusahaan Kecerdasan Buatan (AI) milik Elon Musk, dilaporkan memaksa karyawannya untuk menyerahkan data biometrik mereka. Data ini kabarnya digunakan untuk melatih chatbot-nya.

Pada Juli 2025, xAI sempat menghebohkan publik setelah meluncurkan Ani, karakter chatbot yang memiliki avatar anime. Karakter ini memiliki rambut pirang yang dikunci dan mendukung pembicaraan sensitif atau Not Safe For Work (NSFW).

Karakter ini hanya tersedia bagi pelanggan SuperGrok X yang membayar sebesar 30 dolar AS (Rp501 ribuan) per bulan. Menurut laporan Wall Street Journal, xAI menggunakan data biometrik karyawannya untuk melatih chatbot wanita tersebut.

Dalam sebuah rapat di bulan April, Pengacara Staf xAI, Lily Lim, dilaporkan memberi tahu karyawannya mengenai kebutuhan pengumpulan data ini. Data biometrik ini diperli untuk melatih Ani agar interaksinya dengan pelanggan terasa lebih natural.

Karyawan yang diberikan perintah ini diminta menandatangani formulir pelepasan hak. Dengan formulir ini, xAI akan mendapatkan kebebasan berupa 'lisensi abadi di seluruh dunia, non-eksklusif, dapat disublisensikan, dan bebas royalti' terhadap biometrik karyawannya.

Data biometrik ini  mencakup wajah dan suara. Program rahasia pengumpulan data ini diberi nama sandi Project Skippy. Laporan Journal menyatakan bahwa beberapa karyawan menolak permintaan perusahaan tersebut.

Mereka khawatir bahwa wajah mereka akan dijual ke perusahaan lain atau digunakan untuk membuat video deepfake di masa depan. Beberapa karyawan juga mengaku merasa terganggu dengan kemiripan chatbot tersebut dengan karakter waifu dan perilaku seksualnya.

Sayangnya, para karyawan tidak bisa menolak permintaan data itu sepenuhnya. Mereka diberi tahu bahwa pengumpulan data biometrik ini merupakan 'persyaratan pekerjaan untuk memajukan misi xAI'.

Data biometrik yang dikumpulkan dari karyawan ini rencananya tidak hanya digunakan untuk melatih Ani, tetapi juga rekan-rekan AI Grok lainnya. Hingga saat ini, xAI belum mengonfirmasi tuduhan mengenai pengumpulan data biometrik karyawannya.