Bagikan:

JAKARTA - Ubisoft Singapura baru saja meresmikan Studio Blue (dulunya disebut Studio A), fasilitas audio baru yang dirancang untuk mendukung produksi gim imersif dengan teknologi Dolby Atmos. 

Studio ini kini dilengkapi dengan 11 monitor Neumann KH 80 DSP dan subwoofer KH 810, menghadirkan kualitas suara presisi dan mendalam untuk memperkaya storytelling dalam gim.

Studio Blue merupakan hasil renovasi total dari studio lama yang sebelumnya menggunakan sistem 5.1, kini beralih ke konfigurasi Dolby Atmos 7.1.4. 

Langkah ini menandai Ubisoft Singapura sebagai studio gim pertama di Asia Tenggara dengan fasilitas audio Dolby Atmos yang dikhususkan untuk pengembangan gim.

“Peralihan dari 5.1 ke Dolby Atmos terasa seperti langkah alami berikutnya, berkat workflow berbasis objek 3D-nya yang memungkinkan gim kami dinikmati sesuai sebagaimana mestinya oleh audiens seluas mungkin," ujar Associate Lead Audio Designer di Ubisoft Singapore, Nicolas Ow.

Dengan dukungan Broadcast Communications International dan Dolby Singapore, Studio Blue dibangun untuk siap menghadapi kebutuhan industri gim masa depan.

Didirikan pada 2008, Ubisoft Singapura kini mempekerjakan hampir 500 karyawan dan dikenal lewat kontribusinya pada seri Assassin’s Creed serta Skull and Bones (2024). 

Dengan investasi di Studio Blue, Ubisoft menegaskan komitmennya untuk terus memimpin inovasi audio dan storytelling imersif di Asia Tenggara.

“Sama seperti film, gim adalah tentang escapism. Orang-orang memainkannya untuk sejenak melepas diri dari dunia nyata, dan inti dari pengalaman itu terletak pada sensasi imersif,” pungkas Nicolas.