Bagikan:

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan bahwa pemerintah kini menargetkan kehadiran 4.000 talenta ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) per satu juta penduduk di 2045.

Jumlah ini meningkat dari yang sebelumnya hanya 1.400 talenta. Target kelahiran talenta baru ini pun sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional.

Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Agus Haryono menyatakan bahwa posisi Indonesia dalam Global Innovation Index (GII) 2025 berada di peringkat 55. Dibandingkan tahun lalu, peringkat Indonesia turun satu tingkat. 

Menurut Agus, hal ini didasari oleh tingkat belanja riset yang masih rendah dari sektor swasta. Saat ini, kontribusi swasta hanya mencapai 15 persen dari total belanja riset nasional. Jika dibandingkan dengan negara maju, kontribusi swasta berada di kisaran 70 hingga 80 persen.

Dengan total belanja yang masih rendah ini, pemerintah menargetkan peningkatan investasi riset swasta hingga 35 persen pada tahun 2029. Investasi ini diyakini dapat menjadi pendorong utama inovasi nasional. 

“Kalau BRIN dan perguruan tinggi terus melakukan riset, tapi industri tidak ikut berinovasi, maka produk Indonesia sulit bersaing di pasar global,” kata Agus, melansir dari situs resmi BRIN pada Jumat, 31 Oktober. 

Selain pendanaan, minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) Iptek di sektor industri juga menjadi kendala. Saat ini, hanya ada 2,6 persen SDM Iptek yang bekerja di industri, sedangkan sisanya didominasi oleh lembaga pemerintah dan akademik.

Untuk menghadapi tantangan ini, BRIN menawarkan program kolaboratif untuk menjembatani laboratorium dan industri. Program tersebut adalah Degree by Research yang memungkinkan peneliti di industri melanjutkan studi pascasarjana. 

Peneliti dapat mengembangkan produk sambil meraih gelar magister atau doktor dengan bimbingan profesor dari kampus. BRIN juga menyediakan pendanaan riset terbuka yang bisa diakses oleh berbagai kalangan. Program ini hadir untuk memajukan inovasi Iptek.