Bagikan:

JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia menerima kunjungan delegasi Pusat Teknologi dan Pengurusan Kriptologi Malaysia (PTPKM). 

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama bilateral di bidang kriptografi dan keamanan siber, khususnya terkait kesiapan menghadapi era Post Quantum Cryptography (PQC).

Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN, Bondan Widiawan, mengatakan bahwa langkah ini mencerminkan semangat technological sovereignty yaitu kemandirian negara dalam menjaga dan melindungi infrastruktur digital vital. 

Ia juga menjelaskan bahwa BSSN telah menyatukan berbagai fungsi keamanan informasi dan kriptografi yang sebelumnya tersebar di sejumlah lembaga, serta mengembangkan sistem kriptografi nasional yang lebih terkoordinasi.

Sementara itu, Amir menyampaikan bahwa Malaysia melalui CyberSecurity Malaysia (CSM) dan PTPKM mengembangkan sistem keamanan kriptografi terpadu yang mencakup tiga komponen utama, yaitu Malaysian Secure Algorithm List (MySEAL) untuk daftar algoritma tepercaya, Malaysia Cryptographic Analysis and Evaluation (MyCANE) untuk analisis dan evaluasi, serta Produk Kriptografi Tepercaya Negara (PKTN) untuk sertifikasi produk kriptografi nasional. 

Pendekatan ini menunjukkan keseriusan Malaysia dalam memperkuat kapasitas lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap penyedia asing. 

Melalui pertemuan ini, kedua pihak sepakat untuk dapat menindaklanjuti pertemuan ini melalui pelatihan bersama, pertukaran tenaga ahli, serta penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar kerja sama jangka panjang. 

Kolaborasi antara BSSN dan PTPKM menegaskan bahwa diplomasi teknis di bidang kriptografi kini menjadi instrumen penting dalam menjaga kepercayaan strategis dan membangun ekosistem keamanan digital ASEAN.