Bagikan:

YOGYAKARTA – Kecerdasan buatan (AI) menawarkan peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi lingkungan dan pertanian. Dalam konteks pemantauan lingkungan, penggunaan AI bisa membantu manusia untuk mengamati kondisi alam dan menganalisis data lingkungan secara real-time.

Sementara di sektor pertanian, teknologi ini bisa mendorong terciptanya smart farming yang dapat mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan produktivitas. Agar lebih memahaminya, yuk jelajahi bagaimana aplikasi AI untuk pemantauan lingkungan dan smart farming dalam artikel berikut ini.

Aplikasi AI untuk Pemantauan Lingkungan dan Smart Farming

Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan atau aplikasi AI untuk pemantauan lingkungan dan smart farming:

Pemantauan Lingkungan

Dalam konteks pemantauan lingkungan, AI dapat digunakan untuk memantau perubahan lingkungan, mempredisik cuaca dan bencana, dan memantau kualitas udara dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Data yang dihasilkan dapat membantu lembaga lingkungan dalam mengambil kebijakan berbasis bukti untuk menjaga ekosistem tetap seimbang. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

  • Memantau perubahan

AI dintegrasikan dengan citra satelit dan drone untuk memantau perubahan lingkungan, seperti deforestasi, kondisi lahan, dan ekosistem. Algoritma visi komputer dapat menganalisis gambar ini untuk mendeteksi anomali atau perubahan dari waktu ke waktu.

  • Prediksi cuaca dan bencana

Dengan menganalisis data historis dan real-time dari stasiun cuaca dan satelit, AI dapat memprediksi pola cuaca yang lebih akurat, termasuk badai, banjir, dan kekeringan. Informasi ini sangat penting untuk mitigasi bencana dan perencanaan sumber daya.

  • Pemantauan kualitas udara

Jaringan sensor yang terhubung dengan sistem AI dapat secara real-time memantau parameter kualitas udara dan air. AI dapat mendeteksi peningkatan tingkat polutan dan memprediksi penyebaran polusi.

Smart Farming

Sementara di bidang smart farming, penerapan AI dapat membantu mendeteksi penyakit tanaman, mengendalikan gulma secara otomatis, hingga menghadirkan sistem irigasi yang presisi.

  • Deteksi penyakit tanaman

Dalam konteks smart farming, AI telah mencapai kemajuan signifikan dalam deteksi dini dan diagnosis penyakit tanaman, dikutip dari laman Basic AI.

Sebuah riset yang dipublikasikan dalam jurnal Computer and Electronics in Agriculture menunjukkan kemampuan sistem AI untuk mendeteksi keropeng pada apel. Dengan memanfaatkan jaringan saraf tiruan yang sudah dilatih pada Kumpulan data gambar daun apel, sistem ini dapat mendeteksi penyakit dengan akurasi 95 persen.

  • Pengendalian gulma otomatis

Dalam smart farming, aplikasi AI juga mampu menghadirkan sistem pengendalian gulma otomatis. Teknologi ini memanfaatkan pembelajaran mesin dan visi komputer untuk membedakan tanaman dan gulma secara akurat.

Contohnya adalah teknologi See and Spray yang dikembangkan oleh Blue River Technology. Sistem ini menggunakan kamera beresolusi tinggi dan algoritma AI untuk mengidentifikasi gulma di antara tanaman. Teknologi ini dapat mengurangi penggunaan herbisida kimia hingga 90 persen, sehingga dapat menekan biaya dan tenaga kerja.

  • Sistem irigasi presisi

Seiring perkembangan teknologi AI, sistem irigasi presisi kini merevolusi cara pengelolaan sumber daya air dalam sektor pertanian. Melalui integrasi berbagai data seperti kelembapan tanah, kondisi cuaca, dan kebutuhan spesifik tanaman, algoritma AI mampu mengatur volume air yang diberikan pada setiap lahan secara akurat, sehingga tanaman memperoleh hidrasi optimal.

Demikian informasi tentang aplikasi AI untuk pemantauan lingkungan dan smart farming. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan pembaca. Untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya, baca terus VOI.ID.