JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) melemah tipis -0,15% dalam 24 jam terakhir dan sempat bertengger di level 107.850 dolar AS (Rp1,79 miliar) pada Kamis, 23 Oktober. Tapi sekarang, Bitcoin kembali naik ke 111.240 dolar AS (Rp1,85 miliar).
Menurut Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, sentimen pasar kripto tengah tertekan oleh penutupan sementara pemerintahan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama 22 hari.
Dengan hanya staf esensial yang bekerja, banyak pembahasan penting di Kongres dan regulator seperti U.S, kondisi ini dinilai menghambat laju kebijakan dan regulasi yang sangat penting bagi industri kripto.
“Pekerjaan regulator utama juga terhenti. Securities and Exchange Commission (SEC) menunda pertimbangan atas produk exchange-traded (ETP) dan initial public offering (IPO) baru,” ujar Panji dalam pernyataannya.
SEC bahkan mengindikasikan ketidakpastian atas persetujuan puluhan ETF baru dengan tingkat leverage ekstrem (hingga lima kali) yang diajukan selama shutdown.
Padahal sebelumnya, SEC telah membuat pengecualian untuk memudahkan perusahaan go public selama shutdown. SEC juga tidak akan memberikan sanksi kepada perusahaan yang menghilangkan informasi penetapan harga dari prospektus IPO yang diajukan selama periode penutupan.
Meski sentimen makro masih menekan, Panji menjelaskan bahwa data aliran dana terbaru menunjukkan perubahan arah dari investor institusional.
“Data aliran dana dari Bitcoin dan Ethereum Spot ETF menunjukkan pembalikan sentimen institusional yang kuat pada 21 Oktober 2025, setelah periode outflow yang dominan di awal minggu,” ujarnya.
BACA JUGA:
ETF Bitcoin mencatat inflow sebesar 477,19 dolar AS juta (sekitar Rp7,91 triliun), yang memulihkan total nilai aset bersih menjadi 151,58 miliar dolar AS.
Sementara itu, ETF Ethereum juga mencatat inflow positif 141,66 juta dolar AS (sekitar Rp2,35 triliun), hampir menutup kerugian hari sebelumnya.
“Arus masuk yang kuat dan tiba-tiba ini menegaskan kembalinya kepercayaan institusional pada aset kripto utama dan memberikan sinyal bullish yang signifikan untuk pergerakan harga jangka pendek,” pungkas Panji.