JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil melakukan uji coba drone atau Pesawat Tanpa Awak (UAV) Alap-alap belum lama ini. Uji coba ini pun menunjukkan pencapaian yang cukup penting.
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menyatakan bahwa seluruh proses penerbangan berjalan dengan baik, mulai dari persiapan mesin, lepas landas, hingga pendaratan drone. Uji coba ini dilakukan di Lapangan Terbang Rumpin, Bogor.
"Pada sortie pertama, saya nyatakan uji coba ini cukup berhasil. Telemetri berjalan 100 persen, sistem perintah hingga penyalaan flare juga berhasil dengan baik,” ujar Amarulla, dikutip melalui situs resmi BRIN pada Senin, 29 September.
Drone Alap-alap yang digunakan pun telah dimodifikasi untuk membawa empat tabung flare dengan bobot yang lebih ringan. Pada pukul 10.00 WIB, flare berhasil dinyalakan pada ketinggian 1.000 kaki dengan kecepatan 34 knot.
Hasil uji coba menunjukkan catatan teknis penting, yakni asap flare tidak mengganggu mesin drone. Keberhasilan ini menjadi bukti awal atau proof of concept bahwa drone Alap-alap mampu melaksanakan misi penyalaan flare sesuai kebutuhan.
BACA JUGA:
Ke depannya, perangkat ini diharapkan dapat mendukung operasi modifikasi cuaca dengan biaya yang lebih efisien. Tabung flare nantinya dapat diganti dengan tabung berisi garam yang dilepaskan pada ketinggian tertentu untuk menurunkan hujan sesuai kebutuhan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain modifikasi cuaca, BRIN juga merencanakan pengembangan fungsi drone ini untuk misi penginderaan. Hal ini akan dilakukan dengan membawa perangkat Synthetic Aperture Radar (SAR). Uji coba berikutnya akan berfokus pada kemampuan drone membawa SAR untuk mendeteksi objek dari udara.
"Ini merupakan keberhasilan riset BRIN, mulai dari pemancaran radar, pemancar dan penerima, hingga pemrosesan sinyal untuk menghasilkan citra yang dapat memberikan informasi konfigurasi objek secara lebih akurat," ucap Amarulla.