JAKARTA - Apple menggugat mantan insinyurnya, Chen Shi, dengan tuduhan mencuri rahasia dagang terkait teknologi sensor Apple Watch dan memberikannya kepada Oppo, pesaing asal China yang tengah berusaha mengejar pasar jam pintar.
Dalam berkas gugatan yang diajukan ke Pengadilan Distrik California Utara pada 21 Agustus 2025, Apple menuduh Shi—yang bekerja di perusahaan tersebut sejak 2020 hingga awal 2025 sebagai Sensor System Architect—mengunduh 63 file rahasia dari folder aman Apple di Box. File itu kemudian dipindahkan ke USB sebelum Shi mengundurkan diri dan bergabung dengan InnoPeak Technology, pusat riset Oppo di Palo Alto, AS.
Dokumen yang dicuri diduga berisi teknologi inti Apple Watch, mulai dari fotopletismografi (PPG), fitur elektrokardiogram (ECG), metode eksklusif pengukuran suhu, hingga dokumen rekayasa chip dan peta jalan produk. Apple juga mengungkapkan adanya percakapan internal, di mana Shi menulis kepada Wakil Presiden Kesehatan Oppo bahwa dirinya sedang “mengumpulkan sebanyak mungkin informasi” dari Apple. Sang eksekutif Oppo disebut hanya membalas dengan emoji “OK”.
BACA JUGA:
Kepada South China Morning Post, Oppo menyatakan tidak menemukan bukti keterkaitan antara tuduhan itu dengan perilaku Shi selama bekerja di perusahaan. Oppo menegaskan akan kooperatif mengikuti proses hukum dan optimistis fakta akan terungkap.
Kasus ini menyoroti betapa vitalnya sensor kesehatan bagi strategi Apple di pasar wearable. Sejak 2018, Apple Watch sudah menawarkan aplikasi ECG dengan persetujuan FDA, yang kemudian dikembangkan menjadi fitur riwayat fibrilasi atrium. Sensor suhu dan pemantauan oksigen darah juga membuat jam pintar ini tampil bukan sekadar sebagai penunjuk waktu digital, melainkan perangkat kesehatan pribadi.
Apple menegaskan teknologi tersebut merupakan hasil penelitian bertahun-tahun, dan membocorkannya ke Oppo sama saja dengan memberikan peta jalan untuk memangkas biaya riset. Gugatan juga menyebut perilaku mencurigakan Shi, seperti mencari cara “menghapus bersih MacBook” dan “apakah orang bisa melihat kalau saya membuka file di shared drive” saat mengunduh dokumen.
Jika Apple menang, Oppo bisa dilarang menggunakan teknologi terkait dokumen yang dicuri. Shi juga terancam ganti rugi atas pelanggaran kontrak, dan Apple bisa meminta audit forensik untuk memastikan apakah data itu sudah digunakan di produk Oppo.
Selain soal hukum, kasus ini juga punya nuansa geopolitik. Oppo berada di bawah naungan BBK Electronics—induk Vivo dan OnePlus—yang sering dituding AS mengandalkan talenta Barat untuk mempercepat riset teknologi.
Bagi Apple, kasus ini bukan sekadar soal hukum, melainkan pengkhianatan. Seorang insinyur dipercaya justru dituduh menyalin rahasia inti sebelum hengkang ke pesaing. Pertarungan hukum ini bisa menentukan arah persaingan Apple dan Oppo di pasar jam pintar global.