JAKARTA – Asosiasi Antariksa Indonesia (Ariksa) ikut menanggapi masalah sampah antariksa. Isu ini tengah menjadi perhatian di berbagai belahan dunia karena jumlahnya yang meningkat.
Jumlah sampah antariksa di orbit sudah mencapai puluhan ribu. Data Badan Antariksa Eropa (ESA) tahun lalu mengungkapkan bahwa ada lebih dari 35.000 objek di luar angkasa saat ini.
Sekitar 26.000 di antaranya adalah puing-puing yang berasal dari potongan satelit atau wahana antariksa dengan ukuran lebih dari 4 inci. Jika tidak ditangani, objek-objek ini dapat mengganggu ekosistem antariksa.
Ketua Umum Ariksa, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan bahwa mereka selalu mengikuti arahan Komite Penggunaan Luar Angkasa Damai (COPUOS). Komite ini merupakan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
BACA JUGA:
“Memang dalam hal (mengatasi sampah antariksa) itu ada permintaan-permintaan untuk mengurangi sampah (di orbit),” kata Adi. Namun, masalah ini tidak bisa ditangani sendiri.
Sebagai negara yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi antariksa di Asia Tenggara, Adi mengatakan bahwa Indonesia sebaiknya tidak bergerak sendiri. Tindakan seperti ini dinilai akan merugikan.
Adi tidak menjelaskan hal seperti apa yang akan mereka lakukan untuk ikut menangani sampah antariksa. Namun, Adi menyoroti kemampuan negara maju dalam mengatasi permasalahan sampah di orbit.
“Sampai sekarang, negara maju pun belum mempunyai kemampuan mengontrol sampah (antariksa),” ujar Adi saat ditemui VOI pada Kamis, 21 Agustus. “Kita harus bertanggung jawab bersama.”
Adi pun menyinggung tentang tindakan Amerika yang kurang memperhatikan masalah ini. Menurutnya, Amerika pun belum bisa mencegah masalah sampah antariksa sehingga Indonesia juga masih kurang dalam menangani hal ini.
“Sedangkan Amerika yang melemparkan banyak satelit pun belum mempunyai kemampuan mengontrol (sampah antariksa),” ungkap Adi. “Tapi kita setuju bahwa sampah itu harus (ditangani).”
Harapannya, Ariksa dapat mengembangkan teknologi satelit yang mumpuni di masa depan. Satelit ini harus bisa masuk kembali ke orbit, istilah lain dari de-orbit, dengan tepat agar dapat terbakar di atmosfer.