Bagikan:

JAKARTA – Spotify meluncurkan fitur baru untuk menghadirkan daftar putar yang lebih dinamis. Fitur yang diluncurkan untuk para pengguna premium ini disebut Transisi Kustomisasi. 

Fitur ini hadir untuk menambahkan efek transisi antarlagu. Dengan begitu, Spotify dapat menciptakan pengalaman mendengarkan yang baru. Pengguna dapat mengedit daftar putar mereka sebelum mendengarkan lagu. 

Ada beberapa opsi transisi yang dapat dipilih. Pengguna dapat memilih transisi otomatis atau menyesuaikannya transisi secara mandiri. Transisi yang dapat digunakan adalah prasetel seperti fade, rise, atau blend.

"Pencinta musik dan pakar playlist dapat membuat playlist unik dengan mudah. Transisi antar track berjalan mulus, sesuaikan alurnya, dan tingkatkan mix Anda dengan fitur-fitur seperti volume, EQ, dan kurva efek," kata Spotify, dikutip pada Rabu, 20 Agustus. 

Untuk menggunakan fiturnya, buka daftar putar mana pun dan pilih Mix dari bilah alat. Saat mengedit, pengguna dapat menyesuaikan pengaturan yang disediadakan. Pengguna juga dapat melihat data gelombang suara dan ketukan per menit (BPM) untuk menentukan titik transisi terbaik.

Fitur ini memungkinkan Spotify bersaing dengan fitur AutoMix dari Apple Music. Fitur tersebut diklaim dapat melakukan mixing seperti seorang DJ dan Spotify tentunya tidak ingin tertinggal dengan meluncurkan fitur yang hampir serupa. 

Perlu diingat bahwa fitur ini baru tersedia untuk pelanggan Premium dalam versi beta. Artinya, hanya pengguna berbayar yang memenuhi syarat dan terdaftar sebagai pengembang yang dapat mengakses transisi antarlagu.