Bagikan:

JAKARTA - Anthropic telah mengakuisisi para co-founder dan sebagian besar tim Humanloop – sebuah platform manajemen prompt, evaluasi LLM, dan observabilitas – sebagai langkah memperkuat strategi mereka di pasar enterprise dunia.

Nilai akuisisi tidak diungkapkan, namun langkah ini terlihat mengikuti pola acqui-hire yang semakin sering terjadi di industri teknologi di tengah persaingan merebut talenta AI. Tiga co-founder Humanloop – CEO Raza Habib, CTO Peter Hayes, dan CPO Jordan Burgess – resmi bergabung dengan Anthropic, bersama sekitar selusin insinyur dan peneliti.

Anthropic saat ini tumbuh pesat di segmen enterprise, terutama dalam kemampuan agen AI (agentic) dan pemrograman. Meskipun juru bicara Anthropic mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak membeli aset maupun kekayaan intelektual Humanloop, hal itu dianggap tidak menjadi masalah di industri di mana nilai IP sering kali ada di otak para talenta. Tim Humanloop membawa pengalaman mengembangkan alat untuk membantu perusahaan menjalankan AI secara aman dan andal dalam skala besar.

 “Pengalaman mereka yang terbukti di bidang AI tooling dan evaluasi akan sangat berharga ketika kami terus mengembangkan pekerjaan kami di bidang keamanan AI dan membangun sistem AI yang bermanfaat,” kata Brad Abrams, API Product Lead Anthropic.

Di pasar yang tidak lagi cukup hanya mengandalkan kualitas model, memperkuat ekosistem tooling dapat membuat Anthropic semakin kokoh bersaing dengan OpenAI dan Google DeepMind, baik dari sisi performa maupun kesiapan enterprise.

Humanloop didirikan pada 2020 sebagai spinout dari University College London. Startup ini kemudian mengikuti program Y Combinator dan Fuse Incubator, sebelum mengumpulkan pendanaan awal sebesar 7,91 juta dolar AS (sekitar Rp129,1 miliar) dalam dua putaran yang dipimpin oleh YC dan Index Ventures, menurut PitchBook.

Humanloop dikenal berkat kemampuannya membantu klien enterprise seperti Duolingo, Gusto, dan Vanta mengembangkan, mengevaluasi, serta menyempurnakan aplikasi AI yang tangguh.

Bulan lalu, Humanloop mengumumkan kepada pelanggannya bahwa mereka akan menghentikan operasional sebagai persiapan akuisisi.

Waktu akuisisi ini bertepatan dengan langkah Anthropic menawarkan fitur seperti context window yang lebih panjang untuk klien enterprise, meningkatkan kemampuan model dan memperluas aplikasi penggunaannya.

Awal pekan ini, Anthropic juga mencapai kesepakatan dengan badan pembelian pusat pemerintah AS untuk menjual layanan AI kepada lembaga di cabang eksekutif, yudikatif, dan legislatif hanya seharga 1 dolar AS (sekitar Rp16.330) per lembaga pada tahun pertama — langkah yang jelas ditujukan untuk menyaingi penawaran serupa dari OpenAI. Baik pembeli dari pemerintah maupun perusahaan menuntut fitur evaluasi, pemantauan, dan kepatuhan yang menjadi spesialisasi Humanloop.

Akuisisi ini juga sejalan dengan citra Anthropic sebagai perusahaan AI yang mengedepankan aspek keamanan (safety-first). Alur kerja evaluasi milik Humanloop mendukung misi tersebut dengan menyediakan pengukuran kinerja secara terus-menerus, pagar pengaman (safety guardrails), dan mitigasi bias.

“Sejak awal, fokus kami adalah menciptakan alat yang membantu pengembang membangun aplikasi AI dengan aman dan efektif,” kata Raza Habib, mantan CEO Humanloop, dalam pernyataannya. “Komitmen Anthropic terhadap riset keamanan AI dan pengembangan AI yang bertanggung jawab sangat selaras dengan visi kami.”