JAKARTA – Bulan April lalu, Intel mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa mengungkapkan jumlahnya. Kini, target pengurangan karyawannya sudah terungkap.
Dalam laporan keuangan kuartal kedua tahun ini, Intel menyatakan akan mengakhiri tahun dengan mempekerjakan 75.000 karyawan ini. Artinya, akan ada 24.000 dari 99.500 karyawan yang akan diberhentikan tahun ini, menyusutkan seperempat jumlah karyawan Intel.
Ini merupakan sebagian dari upaya Lip-Bu Tan, CEO baru Intel, dalam merombak perusahaan setelah bertahun-tahun mengalami masalah. Ia bertekad untuk merampingkan organisasi dan mengatasi respons yang kurang baik terhadap bisnis Kecerdasan Buatan (AI) Intel.
Selain melakukan PHK, Intel juga berencana menghentikan proyek mereka di Jerman dan Polandia. Sebelumnya, perusahaan berencana menghabiskan puluhan miliar dolar untuk proyek mega-fabs yang mempekerjakan 3.000 karyawan.
Mereka juga berencana menginvestasikan miliaran dolar AS untuk mempekerjakan 2.000 karyawan di fasilitas perakitan dan pengujian. Proyek ini diketahui telah ditunda selama dua tahun.
BACA JUGA:
Sementara itu, di Kosta Rika, operasi perakitan dan pengujian akan digabungkan ke lokasi yang lebih besar di Vietnam, meskipun lebih dari 2.000 karyawan di Kosta Rika diharapkan tetap bekerja di bidang teknik dan perusahaan.
Perusahaan juga melakukan pemangkasan anggaran di Ohio, dengan memperlambat laju konstruksi demi menyelaraskan pengeluaran dengan permintaan pasar. Namun, CFO Intel, David Zinsner, memastikan bahwa investasi dan konstruksi akan terus berlanjut di sana.