Bagikan:

JAKARTA - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (BAKTI Komdigi) berhasil menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pelatihan TIK Nasional bagi Penyandang Disabilitas 2025.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan teknologi informasi bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di era digital.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Inklusi Digital: Aksesibilitas untuk Disabilitas, yang diselenggarakan secara daring oleh BAKTI Komdigi bekerja sama dengan Yayasan Paradifa Prama Indonesia.

"Program Inklusi Digital telah kami jalankan sejak 2014 dan diharapkan dapat terus mendorong potensi angkatan kerja penyandang disabilitas untuk berkarya dan meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi informasi," kata Direktur Utama BAKKTI, Fadhilah Mathar dalam siaran resminya.

Dilaksanakan selama tiga pekan, mulai dari 24 Juni hingga 12 Juli 2025, ada sebanyak 2.652 peserta dari 38 provinsi dinyatakan lulus seleksi, termasuk peserta dari wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti trainer, juru bahasa isyarat, pengelola kelas, dan asesor dari beragam latar belakang, termasuk lembaga pemerintah dan swasta.

Melalui program ini, Fadhilah menegaskan pentingnya membangun akses yang merata hingga ke wilayah-wilayah 3T, dengan menyelenggarakan kelas daring inklusif yang menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.

Sebagai kelanjutan dari pelatihan ini, para peserta terpilih akan mengikuti kompetisi regional yang akan digelar di Solo, Badung, Medan, dan Makassar. Pemenang dari kompetisi tersebut akan melaju ke kompetisi nasional yang rencananya akan berlangsung di Jakarta.