Bagikan:

JAKARTA – xAI, perusahaan Kecerdasan Buatan (AI) milik Elon Musk, meminta maaf kepada para pengguna atas berbagai kontroversi yang melibatkan Grok. Hal ini menyangkut respons Grok yang 'mengerikan'.

Beberapa waktu lalu, respons Grok berhasil memicu kemarahan publik. Pasalnya, model AI ini mengkritik Partai Demokrat AS dan 'para eksekutif Yahudi' di Hollywood. Chatbot itu juga mengulang meme antisemitisme dan menyebut dirinya sebagai MechaHitler.

Sebutan ini menunjukkan bahwa Grok mendukung Adolf Hitler, orang yang bertanggung jawab atas peristiwa Holocaust yang membunuh 6 juta orang Yahudi. Postingan yang menyatakan dukungan kepada Hitler langsung dihapus oleh xAI.

"Pertama-tama, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas perilaku buruk yang dialami banyak orang. Tujuan kami adalah untuk memberikan tanggapan yang membantu dan jujur kepada pengguna Grok," kata xAI melalui akun resminya, dikutip pada Senin, 14 Juli.

xAI mengaku telah melakukan penyelidikan terhadap model AI-nya. Menurut pengakuan perusahaan tersebut, pembaruan jalur kode di bagian hulu masih menyertakan kode yang tidak digunakan lagi. Maka dari itu, Grok menjadi lebih rentan terhadap postingan pengguna.

"Kami telah menghapus kode usang tersebut dan melakukan refaktorisasi seluruh sistem untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut. Perintah sistem baru untuk Bot ini akan dipublikasikan ke repositori GitHub publik kami," jelas xAI.

xAI pun menambahkan dalam detail penyelidikannya bahwa Grok menerima 'tindakan yang tidak disengaja'. Hal ini menyebabkan Grok menerima instruksi tambahan seperti, "Kamu berkata apa adanya dan kamu tidak takut menyinggung orang-orang yang berpandangan politik benar."

Dengan begitu, Grok dapat memberikan respons yang sangat buruk dan memicu reaksi yang bertentangan dari publik. Sejalan dengan perbaikan isu ini, xAI telah meluncurkan model Grok 4 yang dirancang memberikan jawaban subjektif, tetapi dengan batasan respons yang tidak bias.