Bagikan:

JAKARTA – xAI, perusahaan Kecerdasan Buatan (AI) milik Elon Musk, resmi meluncurkan Grok 4. Model AI tercanggih dari xAI ini diluncurkan berbarengan dengan paket berlangganan termahal untuk Grok. 

Grok 4 diklaim sebagai model AI yang sangat canggih karena kemampuannya dalam memahami topik yang sulit. Bahkan model AI ini diklaim mampu mengerjakan soal akademis tersulit yang dirancang untuk kebutuhan program doktoral. 

"Soal pertanyaan akademis, Grok 4 lebih baik daripada tingkat PhD di semua mata pelajaran, tanpa terkecuali," kata Elon Musk dalam siaran langsung peluncuran Grok 4, dikutip melalui TechCrunch pada Jumat, 11 Juli. 

Ada dua model yang diluncurkan oleh xAI, yakni Grok 4 dan Grok 4 Heavy. Keduanya menawarkan peningkatan kinerja, tetapi Grok 4 Heavy mampu mengatasi beban kerja yang lebih berat. Model AI ini merupakan versi multi-agen dengan kemampuan tingkat lanjut. 

Grok 4 Heavy mampu mengerjakan beberapa masalah secara bersamaan melalui beberapa agen. Jawaban yang dihasilkan akan dibandingkan untuk menemukan solusi terbaik. Model ini mampu mencapai skor 44,4 persen, hampir dua kali lipat lebih unggul dari Gemini 2.5 Pro. 

Meski tampaknya sangat canggih, Grok 4 dapat mengalami sedikit kecacatan karena baru diluncurkan. Musk mengatakan bahwa model ini, "mungkin kurang masuk akal (terkadang), dan belum menemukan teknologi baru atau fisika baru, tetapi itu hanya masalah waktu." 

xAI juga meluncurkan paket SuperGrok Heavy yang menjadi penawaran berlangganan AI termahal di pasaran. Paket ini dibanderol dengan harga 300 dolar AS atau sekitar Rp4,8 juta per bulan. Dengan berlangganan paket ini, pelanggan dapat mengakses Grok 4 dan fitur eksklusif lainnya. 

Pelanggan SuperGrok Heavy akan mendapatkan keuntungan akses awal ke beberapa produk baru yang akan diluncurkan xAI dalam beberapa bulan mendatang. Belum diungkapkan produk apa saja yang akan perusahaan itu luncurkan.