Bagikan:

JAKARTA – OpenAI memperketat operasi keamanan perusahaannya untuk menghindari spionase atau pihak yang ingin mengintai kegiatan mereka. Langkah ini dilakukan agar tidak ada informasi yang bocor.

Berdasarkan laporan Financial Times, OpenAI merombak keamanannya secara besar-besaran. Perubahan ini juga mencakup pembatasan akses bagi sejumlah karyawan. Kabarnya, hanya staf tertentu yang diizinkan untuk mengakses algoritma sensitif.

Akses terbatas ini juga mencakup informasi seputar produk terbaru. Kebijakan pembatasan akses ini disebut sebagai information tenting dan sudah diterapkan selama OpenAI mengembangkan model Kecerdasan Buatan (AI) o1.

Hanya anggota tim terverifikasi yang dapat mengakses informasi seputar proyek tersebut. Selain itu, tim tersebut hanya boleh membahas model AI tersebut di ruang kantor bersama. Hal ini dilakukan agar tidak ada informasi yang bocor hingga ke publik.

OpenAI juga dilaporkan mengisolasi teknologi proprietary di komputer offline. Komputer ini menerapkan kontrol akses biometrik berupa sidik jari. Dengan begitu, hanya karyawan tertentu yang dapat mengoperasikan komputernya dan melihat teknologinya.

Komputer ini menerapkan internet tolak secara default yang memerlukan persetujuan eksplisit untuk kebutuhan koneksi eksternal. OpenAI juga meningkatkan keamanan fisiknya di pusat data yang mereka kelola serta memperluas personel keamanan sibernya.

Perubahan operasi keamanan ini diterapkan setelah DeepSeek, pesaing ChatGPT, meluncurkan model AI populernya pada awal tahun ini. Saat itu, OpenAI menuding DeepSeek menyalin model AI-nya secara tidak sah.