JAKARTA - Google tengah mengembangkan fitur baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disebut “notification organizer” untuk sistem operasi Android. Fitur ini dirancang untuk secara otomatis mengelompokkan notifikasi berdasarkan kategori seperti promosi, berita, sosial, dan saran, guna membantu pengguna menangani notifikasi secara lebih efisien.
Fitur ini diperkirakan akan debut dalam pembaruan kuartalan pertama Android 16 (QPR1). Saat aktif, notifikasi yang teridentifikasi akan dibisukan dan dikelompokkan ke dalam empat kategori utama:
-
Promotions: Penawaran, diskon, atau peluncuran fitur baru
-
News: Berita utama, editorial
-
Social: Suka, komentar, unggahan
-
Suggested: Newsletter dan rekomendasi media
Fitur ini mirip dengan cara Gmail menyortir email ke dalam folder berbeda, namun kali ini diterapkan langsung pada notifikasi di ponsel. Dengan menggunakan AI, sistem akan mempelajari pola dan isi dari notifikasi untuk menentukan kategori yang tepat. Google juga mengonfirmasi bahwa karena berbasis AI, sistem ini “mungkin mengandung kesalahan.”
Pengguna nantinya akan diberi opsi untuk mengecualikan aplikasi tertentu, agar notifikasi penting dari aplikasi-aplikasi tersebut tetap tampil seperti biasa dan tidak dikelompokkan. Ini merupakan langkah penting agar pengguna tidak melewatkan informasi krusial karena kesalahan klasifikasi AI.
Meski kerangka fitur ini sudah tertanam dalam Android 16 versi open-source, fungsi intinya — yaitu analisis dan pengelompokan notifikasi — bergantung pada Notification Assistant yang terdapat dalam aplikasi Android System Intelligence. Karena aplikasi ini tidak termasuk dalam versi open-source Android, kemungkinan besar fitur tersebut akan eksklusif untuk perangkat Pixel saat peluncuran perdana.
BACA JUGA:
Diduga fitur ini pertama kali akan hadir pada seri Pixel 10 mendatang, sebelum diperluas ke model Pixel sebelumnya melalui pembaruan rutin (Pixel Drop). Namun masih belum jelas apakah sistem ini akan mengandalkan model AI on-device seperti Gemini Nano, yang tidak tersedia di semua perangkat Pixel.
Saat ini, fitur “notification organizer” belum aktif secara resmi dalam rilis terbaru Android. Namun, tim Android Authority berhasil memunculkan halaman pengaturannya secara manual di Pixel 8 Pro yang menjalankan Android 16 QPR1 Beta 2. Halaman ini memperlihatkan kontrol pengguna termasuk kemampuan untuk memilih aplikasi mana yang tidak ingin diatur oleh AI.
Dengan fitur ini, Google ingin menghadirkan pengalaman notifikasi yang lebih terorganisir dan minim gangguan, tanpa mengorbankan informasi penting. Meski masih dalam tahap pengujian dan bisa mengalami perubahan, inovasi ini menunjukkan arah baru Android dalam mengintegrasikan AI ke dalam pengalaman penggunaan sehari-hari