JAKARTA – Huawei mengungkapkan pencapaian terbaru dari perangkat wearable-nya. Perusahaan itu berhasil menduduki posisi teratas untuk kategori pasar perangkat wearable global di kuartal pertama tahun ini.
Pencapaian dalam data riset milik IDC ini dinilai sejalan dengan komitmen Huawei. Perusahaan asal China itu berusaha untuk mempertahankan pertumbuhan penggunanya, baik di Indonesia maupun di negara lainnya.
Hal ini terlihat dari jumlah volume eskpor jam tangan pintar Huawei yang terus mengalami peningkatan. Per 5 Juni lalu, berdasarkan catatan internal perusahaan, Huawei berhasil mengirimkan 200 juta unit perangkat wearable secara global.
Tidak dijelaskan negara mana saja yang masuk dalam perhitungan ini. Namun, data ini dinilai, "menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pengguna (jam tangan pintar) di seluruh dunia."
Menurut Huawei, ada beberapa faktor yang membuat perangkat wearable-nya jauh lebih unggul. Faktor pertama adalah desain. Perusahaan itu percaya bahwa desain buatan mereka lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
BACA JUGA:
"Seluruh perangkat wearables HUAWEI mengintegrasikan desain modis, fitur olahraga dan kesehatan profesional yang komprehensif, serta pengalaman pintar yang efisien dan praktis," kata Huawei dalam keterangan yang VOI terima pada Senin, 23 Juni.
Untuk memperkuat posisinya di pasar perangkat wearable, Huawei akan terus berinvestasi pada inovasi berkelanjutan. Perusahaan itu telah membangun tiga Health Labs, fasilitas penelitian, secara global untuk mengeksplorasi teknologi kesehatan terbaru.
"(Health Labs) memanfaatkan kemampuan lebih dari sepuluh institut penelitian," ungkap Huawei. "Upaya ini menunjukkan komitmen HUAWEI dalam menciptakan solusi cerdas yang mendukung kebutuhan manajemen kesehatan pengguna."