Bagikan:

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan membangun antena phased array bersama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Kerja sama ini telah diresmikan dengan menandatangani naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS).

PKS tersebut mengatur tentang proses penelitian hingga pengembangan antena untuk kebutuhan satelit PSN. Dengan begitu, BRIN dan PSN akan bermitra dalam tahap purwarupa riset, pengujian di lapangan, hingga pengembangan perangkat.

Masing-masing pihak yang menandatangani perjanjian kemitraan ini adalah Kepala Pusat Riset Telekomunikasi BRIN, Nasrullah Armi, dan Direktur Utama PT PSN, Adi Rahman Adiwongso. Naskah tersebut diresmikan di acara Indo Defence, Indo Aerospace, and Indo Marine 2025 Expo and Forum beberapa waktu lalu.

Pihak BRIN mengungkapkan bahwa mereka sempat beberapa kali berdiskusi dengan PSN sebelum meresmikan kesepakatan ini. Setelah melibatkan tim dan Pusat Riset Telekomunikasi, BRIN akhirnya setuju untuk mengembangkan antenanya.

Harapannya, teknologi ini dapat mendorong kemajuan sektor antariksa di Indonesia, khususnya dalam menggunakan satelit. Selain mendorong kebutuhan nasional, antena phased array ini pun diharapkan dapat bersaing secara global.

"Mudah-mudahan, berikutnya kita bisa berkolaborasi di bidang lain, khususnya kontribusi kami untuk industri telekomunikasi nasional," kata pihak BRIN, dikutip dari situs resminya pada Senin, 16 Juni.

Antena phased array merupakan antena generasi terbaru yang dibangun untuk kebutuhan komunikasi satelit di stasiun Bumi. Antena ini terdiri dari sebuah sistem yang berisi banyak elemen antena.

Rangkaian elemen ini bekerja sama untuk menghasilkan pola radiasi yang dapat diarahkan secara elektronik. Antena tersebut tidak perlu digerakkan secara fisik karena pengarahannya bisa dilakukan dengan mengubah fase sinyal dari setiap elemen antena.