Bagikan:

JAKARTA — Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengumumkan rencana untuk mengintegrasikan model kecerdasan buatan (AI) buatan dalam negeri, Gigachat, ke dalam sistem teknologi informasi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Pernyataan ini disampaikan oleh kepala Roscosmos, Dmitry Bakanov, pada Selasa 3 Juni dalam sebuah konferensi teknologi di Moskow.

Gigachat dikembangkan oleh Sberbank, bank terbesar di Rusia, dan merupakan salah satu dari dua model bahasa besar (LLM) unggulan negara tersebut, yang sedang berupaya mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat dan China dalam perlombaan global di bidang AI.

Bakanov menjelaskan bahwa misi berikutnya ke ISS musim gugur tahun ini akan membawa seluruh perangkat dan sistem pendukung yang dibutuhkan untuk mengoperasikan model AI tersebut. Gigachat dirancang untuk membantu kru ISS, terutama dalam memproses citra satelit. Dengan integrasi AI ini, resolusi maksimum pemrosesan gambar dapat meningkat dari 1 meter per piksel menjadi 0,5 meter per piksel.

“Ini adalah bantuan langsung bagi para kosmonaut,” ujar Bakanov, dikutip VOI dari Reuters.

Sebagai informasi, pada bulan April 2025, sebuah wahana antariksa Rusia telah mengantarkan astronot Amerika Jonathan Kim serta kosmonaut Rusia Sergei Ryzhikov dan Alexei Zubritsky ke ISS. Adapun misi Rusia selanjutnya ke ISS dijadwalkan pada 27 November 2025.

Rusia sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa mereka akan terus berpartisipasi di ISS hingga tahun 2028 dan juga memiliki rencana untuk meluncurkan dua modul pertama stasiun luar angkasa baru milik Rusia pada tahun 2027.

Sementara itu, Sberbank tengah memfokuskan pengembangan pada agen AI, yaitu sistem AI generatif berbasis tujuan yang mampu memproses informasi, membuat keputusan, dan bertindak secara mandiri tanpa perlu campur tangan manusia secara terus-menerus.