JAKARTA - Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Politik, Kementerian Komunikasi dan Digital, Arnanto Nurprabowo mengatakan bahwa saat ini Kemkomdigi masih terus mengkaji rencana kecepatan internet 100 Mbps seharga Rp100 ribu.
Selagi menunggu proses kajian, pemerintah masih terus mengoptimalkan pemanfaatan frekuensi-frekuensi yang ada saat ini, serta pemerataan internet ke seluruh pelosok negeri.
"Ini masih dalam proses, tentunya kita akan melakukan pemanfaatan frekuensi-frekuensi yang ada, melakukan pelerengan frekuensi, nanti setelah itu mungkin baru ada masuk infrastruktur yang optimal untuk memanfaatkan ini," kata Arnanto saat ditemui di kantor Kemkomdigi pada Senin, 2 Juni.
Sebagai informasi, pemerintah sudah memiliki rencana untuk menghadirkan kecepatan internet 100 Mpbs sejak tahun lalu, saat Budi Arie Setiadi masih menjabat sebagai Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Sementara itu, sekitar awal tahun ini, pemerintah juga diketahui tengah menyiapkan frekuensi 1,4 Ghz untuk layanan internet murah kecepatan 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu.
Namun, berdasarkan informasi terakhir, lelang frekuensi masih menunggu penetapan Peraturan Menteri soal penggunaan spektrum dan juga RKM (Rancangan Keputusan Menteri) standardisasi dari Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid.
BACA JUGA:
Kendati demikian, Arnanto menegaskan bahwa Meutya Hafid masih berkomitmen untuk sesegara mungkin mewujudkan rencana tersebut. Meskipun belum ada tenggat waktu yang pasti.
"Saya rasa, Bu Menteri tetap berkomitmen untuk bisa sesegera mungkin melakukan itu. Saya rasa masyarakat juga mendesak perlu internet ini," tambahnya lebih lanjut.
Menurutnya sekolah di daerah-daerah, terutama juga di perbatasan negara, masih membutuhkan akses internet yang baik. "Beberapa Gubernur dan Bupati juga sudah datang ke Komdigi untuk berdiskusi kepada kita untuk mendapatkan akses internet yang baik dan murah," pungkasnya.