Bagikan:

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bertemu dengan Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas tentang layanan satelit. 

Layanan satelit merupakan teknologi penting untuk memperkuat jaringan komunikasi operasional menurut BMKG. Pasalnya, infrastruktur jaringan komunikasi yang kuat dapat membantu lembaga dalam melakukan observasi, mengelola data, dan lainnya. 

Maka dari itu, BMKG berkolaborasi dengan Telkomsat dalam memperkuat jaringannya. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, meyakini bahwa upaya memperkuat sistem komunikasi berbasis satelit dapat membantu negara dalam menghadapi berbagai risiko bencana alam. 

“Keandalan jaringan komunikasi, terutama berbasis satelit, menjadi sangat vital bagi BMKG," kata Dwikorita, dikutip pada Selasa, 20 Mei. "Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat sistem komunikasi kami agar lebih tangguh dan adaptif terhadap tantangan ke depan."

Hingga saat ini, BMKG telah mengoperasikan 9.816 unit yang mencakup sensor dan sistem pemantau. Seluruh teknologi ini digunakan untuk mengetahui cuaca, iklim, kualitas udara, hingga bencana alam yang akan datang seperti gempa bumi dan tsunami. 

Seluruh alat ini tersedia di berbagai kota, bahkan seluruh Indonesia, dan bekerja non-stop selama 24 jam. Seluruh perangkat ini harus terhubung ke pusat data sehingga jaringan komunikasi yang andal sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, BMKG memanfaatkan teknologi satelit. 

Layanan satelit lebih tangguh di berbagai kondisi, baik di wilayah rawan bencana ataupun wilayah terpencil yang sulit terjangkau jaringan. Satelit akan digunakan sebagai jaringan utama dan sebagai sistem cadangan ketika jaringan konvensional sedang mengalami gangguan. 

Selama memanfaatkan jaringan komunikasi satelit, BMKG dapat mengumpulkan, mengolah, dan mendistribusikan data secara cepat dan akurat kepada masyarakat. Ke depannya, BMKG ingin menghadirkan informasi lebih cepat dengan dukungan Telkomsat.