Bagikan:

JAKARTA – Xiaomi, perusahaan teknologi asal China, mengumumkan rencana investasi desain chip pada Senin, 19 Mei. Pesaing Huawei itu akan berinvestasi untuk jangka panjang, setidaknya selama 10 tahun.

Rencana ini diumumkan langsung oleh Pendiri Xiaomi Lei Jun melalui unggahan di Weibo. Namun, untuk nilai investasinya, perwakilan Xiaomi mengatakan kepada Reuters bahwa investasi jangka panjang ini membutuhkan biaya sebesar 50 miliar yuan (Rp114 triliun).

Investasi pada desain chip itu akan dimulai tahun ini dan berakhir pada 2035. Dengan fokus pada pengembangan desain chip, Xiaomi ingin menunjukkan bahwa mereka berusaha menghadirkan chip canggih dengan kualitas terbaik.

Xiaomi juga telah menginvetasikan uang sebesar 13,5 miliar yuan (Rp30,7 triliun) untuk mengembangkan chip perangkat selulernya yang canggih. Lei mengatakan bahwa Chip ini dinamakan sebagai Xringo1.

Sejauh ini, Xiaomi telah mempekerjakan 2.500 orang hanya untuk mengembangkan desain chip-nya. Tidak diungkapkan secara keseluruhan berapa banyak karyawan yang bekerja di departemen pembuatan chip perangkat seluler.

Komitmen Xiaomi dalam mengembangkan teknologi internal perangkatnya menunjukkan hasil yang baik selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, brand ponsel ini berhasil menguasai pasar smartphone di Indonesia baru-baru ini.

Menurut data Canalys, Xiaomi menguasai 19 persen pangsa pasar di Indonesia. Tren ini sudah terlihat positif sejak kuartal kedua tahun lalu dan puncaknya adalah kuartal pertama tahun ini. Tak hanya di Indonesia, penjualan Xiaomi di China juga bergerak ke arah positif.