Bagikan:

JAKARTA – Twilio kini bermitra dengan Microsoft dalam mempercepat upaya adopsi solusi percakapan berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Kerja sama ini diungkapkan di acara tahunan SIGNAL pada 16 Mei lalu.

Twilio percaya bahwa kemitraan ini dapat membangun interaksi digital yang lebih interaktif antara bisnis dan konsumen. Kolaborasi ini juga diyakini dapat membuka peluang baru bagi lebih dari 10 juta pengembang aplikasi yang memanfaatkan Twilio.

"Kita melihat bagaimana AI dapat membantu meningkatkan mutu interaksi tersebut secara nyata," kata Inbal Shani, Chief Product Officer Twilio. "AI percakapan memperkuat interaksi bisnis-pelanggan dengan memberikan informasi yang presisi kepada pengguna Twilio."

Dalam kemitraan ini, Twilio dan Microsoft aka berkolaborasi dalam mengembangkan solusi percakapan AI. Mereka akan membangun solusinya di atas Microsoft Azure AI Foundry dan platform pelanggan milik Twilio yang menggabungkan data kontekstual dengan AI.

Ada beberapa fokus yang ditekankan dalam inovasi kolaborasi ini. Kedua perusahaan itu akan mengembangkan kemampuan agen AI yang dapat bekerja di berbagai saluran komunikasi untuk mengotomatiskan dan meningkatkan mutu interaksi.

Selain itu, mereka akan mengembangkan agen AI yang dapat membantu agen manusia di pusat layanan dengan kemampuan Twilio Agent Copilot. Untuk meningkatkan dan memperkuat interaksi digital antara bisnis dan pelanggan, mereka akan membangun solusi multi-modal.

"Kombinasi kemampuan komunikasi dan data yang dimiliki Azure AI Foundry dan Twilio akan menghasilkan nilai bisnis yang kuat bagi pelanggan. Solusi ini akan jadi titik penting terakhir yang menentukan seberapa kuat interaksi antara bisnis dengan pelanggannya," ungkap Asha Sharma, Corporate Vice President Azure AI Platform Microsoft.