JAKARTA – Threads seharusnya ada di dalam aplikasi Instagram, begitu pengakuan Kepala Instagram Adam Mosseri. Pernyataan ini disampaikan di sidang antimonopoli Meta pada Kamis, 8 Mei lalu.
Rencana pembangunan Threads ini diungkapkan untuk membuktikan bahwa Meta tidak melakukan monopoli. Perusahaan itu menciptakan aplikasi baru untuk menyaingi X, platform yang sebelumnya bernama Twitter, bukan karena kesengajaan.
Bos Instagram itu menjelaskan bahwa Threads seharusnya berjalan sebagai fitur biasa di dalam Instagram, mirip dengan Direct Messenger yang ada di aplikasi tersebut. Namun, di akhir pengembangan, tim membuat keputusan besar.
Tim berencana memindahkan fiturnya keluar dari Instagram. Tindakan ini, menurut penyataan Mosseri, sempat kontroversial secara internal. Sayangnya, tidak dijelaskan apakah ada penolakan yang diterima tim saat mengeluarkan fitur Threads dari Instagram.
BACA JUGA:
Mosseri hanya menjelaskan bahwa pelepasan ini dilakukan agar host posting teks tidak membingungkan pengguna, terlebih lagi konsep Threads sangat berbeda dengan Instagram. Di Threads, balasan dan postingan asli bisa sama-sama menonjol.
Berbeda dengan konsep Instagram yang lebih menonjolkan postingan pengguna dan menempatkan balasan di postingan asli. Maka dari itu, Threads berdiri sebagai aplikasi mandiri.
Meski dilepaskan, platform mikroblog ini masih terintegrasi dengan Instagram. Misalnya, pengguna Threads harus masuk menggunakan akun Instagram. Kedua akun di platform ini juga saling terhubung.