Bagikan:

JAKARTA – Pemilik SpaceX, Elon Musk, mengonfirmasi bahwa layanan Starlink kini sudah tersedia di Kongo. Masyarakat di negara bagian Afrika Tengah itu sudah bisa berlangganan dan menggunakan Starlink secara legal.

"Starlink tersedia di Kongo," tulis Musk di akun X pribadinya pada Minggu, 4 Mei malam. Lisensi penjualan Starlink ini juga sudah diungkapkan oleh Republik Demokratik Kongo pada 2 Mei 2025, mencabut larangan yang sebelumnya sempat berlaku.

Sebelum diberikan akses untuk menjual Starlink, pemerintah Kongo melarang penjualan internet satelit tersebut. Pejabat militer setempat juga mendukung larangan tersebut dengan alasan melindungi keamanan nasional.

Kongo sedang dilanda perang dan konektivitas di negara tersebut sangat buruk. Menurut Persatuan Telekomunikasi Internasional, sebagaimana dikutip dari Reuters, hanya 30 persen penduduk yang menggunakan internet pada tahun 2023.

Kemungkinan besar, jumlahnya tidak meningkat secara signifikan hingga saat ini sehingga layanan internet satelit sangat diperlukan. Namun, pejabat militer khawatir layanan internet satelit ini akan digunakan oleh kelompok pemberontak seperti M23.

Maka dari itu, Otoritas Regulasi Pos dan Telekomunikasi Kongo memutuskan untuk melarang Starlink pada Maret lalu. Siapa pun yang membeli atau menggunakan Starlink akan dianggap melanggar ketentuan dan dapat dikenakan sanksi.

Tidak diketahui kesepakatan apa yang dicapai oleh pemerintah Kongo dan Starlink. Namun, otoritas di negara tersebut menyatakan bahwa mereka, "akan melanjutkan peluncuran layanan (Starlink) dalam beberapa hari mendatang."