JAKARTA - Apple mungkin akan mempertimbangkan untuk memindahkan produksi perangkatnya ke Amerika Serikat (AS) guna menghindari tarif baru Donald Trump.
Namun, dalam wawancara terbaru dengan CNBC Internasional, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengatakan bahwa CEO Apple, Tim Cook menyatakan, kemungkinan ini dapat terwujud jika AS memiliki robot yang canggih.
Khususnya, Cook mengatakan bahwa Apple memerlukan akses ke robot dengan lengan yang dapat mengelola skala dan presisi yang lebih besar yang dibutuhkan untuk memproduksi iPhone.
"Saya perlu memiliki lengan robot untuk melakukannya pada skala dan presisi yang memungkinkan saya membawanya ke sini,” kata Cook mengutip Android Headlines.
Sebelumnya, Apple telah dikabarkan berencana untuk memproduksi sebagian besar iPhone yang dijual di Amerika Serikat di India pada akhir 2026. Proyek ini, menggantikan Cina sebagai basis utama produksi.
Menurut sumber yang berbicara kepada Reuters, Apple telah mengadakan pembicaraan mendesak dengan produsen kontrak utama Foxconn dan Tata untuk mencapai tujuan ini.
Pada April 2025, pemerintah AS memberlakukan tarif 26% untuk barang-barang dari India, jauh lebih rendah dibandingkan dengan tarif lebih dari 100% yang dikenakan pada barang-barang dari Cina.
BACA JUGA:
Foxconn dan Tata, dua pemasok utama Apple di India, saat ini memiliki tiga pabrik di India, dengan dua pabrik lainnya sedang dibangun untuk memperluas kapasitas produksi.
Apple berharap dengan diversifikasi produksinya ke India, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada Cina dalam memenuhi permintaan pasar AS, terutama di tengah ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.