Bagikan:

JAKARTA – Astronot tertua NASA, Don Pettit, kembali ke Bumi pada 20 April lalu. Saat mendarat bersama dua astronot lainnya di Kazakhstan, Pettit terlihat sakit hingga harus digotong oleh beberapa kru NASA.

Kondisi Pettit dalam gambar yang beredar juga mendukung dugaan bahwa astronot tersebut sakit parah saat tiba di Bumi. Pasalnya, Pettit terlihat sangat kurus dan pucat meskipun ia masih bisa tersenyum saat ada kamera yang memotret.

Lebih dari seminggu setelah mendarat, Pettit akhirnya menjelaskan tentang kondisi tubuhnya setelah mendarat menggunakan pesawat ruang angkasa Soyuz milik Rusia. Pettit mengatakan bahwa kondisinya terlihat buruk karena ia langsung muntah begitu mendarat. 

"(tampilan) saya tidak terlihat baik karena saya sedang tidak merasa baik," kata Pettit dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin, 28 April. "Saya mengosongkan isi perut saya (muntah) ke padang rumput Kazakhstan."

Tidak ada yang tahu bahwa Pettit muntah setelah mendarat, kecuali orang-orang yang melihat langsung pendaratan Soyuz MS-26. Pettit pun menjelaskan bahwa tidak ada yang menutupi kejadian tersebut. Hanya saja, kejadian ini diabaikan untuk memberikan privasi. 

"Mereka sopan dan mereka menyorot wajah Anda dengan kamera saat hal itu terjadi," ungkap Pettit. "Mereka memotong adegan untuk memberi sedikit privasi saat saya merasa tidak enak badan. Bagaimanapun juga, tidak ada yang ingin terekam kamera saat melakukan itu."

Untuk menghindari dugaan adanya penyakit dari luar angkasa, Pettit mengatakan bahwa kejadian ini sering terjadi karena tubuhnya yang buruk dalam merespons gravitasi Bumi. Beberapa orang dapat turun dari pesawat dan langsung makan, tetapi hal ini sulit bagi Pettit. 

Bagi seseorang seperti saya, kembali ke Bumi selalu menjadi tantangan yang signifikan. Dan bahkan dengan misi pesawat ulang-alik selama 16 hari, rasanya seperti pergi selama enam bulan di stasiun luar angkasa. Dan itu hanya fisiologi saya," jelas Pettit.

Meski sempat merasa sakit, kondisi Pettit saat ini sudah jauh lebih baik. Astronot yang sudah terbang sebanyak empat kali ke antariksa itu merasa sudah pulih kembali setelah melakukan rehabilitasi pasca-pendaratannya. Proses rehabilitasi ini akan berjalan sebulan lagi.