Bagikan:

JAKARTA – LG berhenti memproduksi ponsel pintar sekitar empat tahun yang lalu. Setelah beberapa tahun beralih model bisnis, perusahaan itu akan menghentikan dukungan pembaruan ke seluruh pengguna. 

Peralihan model bisnis LG merupakan kabar buruk bagi pengguna ponsel perusahaan tersebut. Tidak ada jaminan peningkatan kinerja ponsel yang canggih karena LG sudah tidak mendalami sektor ponsel. Setidaknya, LG berkomitmen untuk merilis pembaruan selama beberapa tahun.

Saat itu, perusahaan hanya menjanjikan pembaruan Android 12 untuk sejumlah perangkat yang kompatibel dan pembaruan besar terakhir dari LG. Selain itu, mereka juga menjanjikan pembaruan patch keamanan selama tiga tahun setelah perangkat dirilis. 

Jika dilihat dari timeline waktunya, dukungan pembaruan ini telah berakhir, termasuk patch keamanan. Dengan berakhirnya pembaruan ini, LG akan mematikan server pembaruan Androidnya secara resmi pada 30 Juni mendatang, menurut laporan Android Authority. 

Pada dasarnya, keputusan ini tidak akan memengaruhi pengguna yang rajin memperbarui perangkatnya setelah perangkat lunak terbaru muncul. Kebijakan ini hanya akan merugikan pengguna yang tidak memperbarui perangkatnya meskipun patch keamanan terbaru sudah tersedia. 

Jika setelah bulan Juni pengguna baru ingin memperbarui perangkatnya, hal ini sudah tidak dapat dilakukan. Pasalnya, server pembaruan Android yang dihentikan akan menghilangkan notifikasi pembaruan perangkat lunak terakhir dari berbagai perangkat. 

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pelanggan yang selalu mendukung produk ponsel LG Electronics. Dengan ini, kami sampaikan pemberitahuan penghentian berikut untuk pemutakhiran perangkat lunak ponsel LG Electronics (FOTA), pusat pemutakhiran, dan LG Bridge," jelas LG. 

Perusahaan elektronik asal Korea Selatan itu masih memberikan kesempatan bagi pengguna ponselnya. Jika Anda memiliki ponsel LG terakhir yang tersimpan di lemari, sebaiknya Anda memperbarui perangkat lunaknya sebelum 30 Juni.