Bagikan:

JAKARTA – Setelah mengungkapkan rencana investasi terhadap fitur audiobook pada 11 April lalu, Spotify kini mengumumkan rencana perluasan fiturnya. Audiobook akan tersedia di empat negara di Eropa. 

Platform streaming musik tersebut mengatakan bahwa mereka mulai meluncurkan audiobook di Jerman, Austria, Swiss, dan Liechtenstein pada 15 April. Perluasan ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak audiens serta mengembangkan industri audiobook

Seperti negara lainnya, audiobook hanya tersedia untuk pengguna yang berlangganan paket Premium, baik pengguna Spotify Individual maupun Family Plan. Di tahap peluncuran awal, pengguna hanya bisa mengakses 350 ribu audiobook di platform tersebut. 

Spotify pun mengatakan bahwa seluruh audiobook yang tersedia akan menggunakan bahasa Jerman, Prancis, dan Italia. Meski fitur ini dirilis untuk para pelanggan Premium, pengguna gratis yang memenuhi syarat dapat membuka judul tertentu yang dipilih Spotify. 

David Kaefer, Vice President Audiobook Business Spotify, mengatakan bahwa perluasan ini didorong oleh semangat pengguna di negara lain. Ada peningkatan volume audibook yang diakses pengguna sehingga Spotify percaya dengan potensi pengembangan fiturnya. 

"Di pasar tempat kami telah meluncurkan, kami telah mempercepat pertumbuhan bisnis audiobook dan itulah yang kami berkomitmen untuk lakukan di Jerman dan di seluruh Austria, Swiss, dan Liechtenstein,” ungkap David, dikutip pada Rabu, 16 April. 

Bagi pelanggan Premium yang memenuhi syarat, mereka akan diberikan waktu 12 jam untuk mendengarkan audiobook setiap bulannya. Jika ingin mengakses lebih banyak konten, mereka akan mendapatkan tambahan durasi 10 jam dengan harga 9,99 euro (Rp189 ribu).