Bagikan:

JAKARTA – Pemasok Apple, Luxshare, sedang berdiskusi dengan pelanggan untuk merespons tarif baru Amerika Serikat. Merteka  mempertimbangkan relokasi sebagian produksi ke luar China, termasuk ke Amerika Serikat. Hal itu  disampaikan Ketua Luxshare, Wang Laichun, dalam panggilan konferensi dengan analis pada Rabu.

Langkah ini mencerminkan respons perusahaan global terhadap tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump mulai hari itu.

Menurut Wang dampak tarif terhadap laba dan pendapatan perusahaan tergolong kecil karena Luxshare hanya mengekspor sebagian kecil produk jadinya ke AS. Namun, perusahaan tetap perlu mempertimbangkan investasi di luar negeri dan menangguhkan beberapa rencana investasi di China.

"Jika ada jaminan komersial dan evaluasi yang baik, kami tidak menutup kemungkinan untuk memproduksi secara lokal demi memenuhi kebutuhan pasar AS," ujar Wang.

Luxshare telah menyampaikan kepada beberapa pelanggan bahwa mereka membutuhkan jaminan tertentu jika harus menyediakan layanan di Amerika Utara, terutama untuk produk yang bisa dibuat dengan otomatisasi tingkat tinggi.

Namun Wang menekankan bahwa langkah tersebut harus mempertimbangkan pengembangan jangka panjang dan faktor keamanan.

Meski tidak menyebut nama Apple secara eksplisit, pernyataan Wang menunjukkan kekhawatiran dari para pemasok Apple terhadap potensi dampak tarif terhadap rantai pasokan mereka.

Luxshare memiliki pabrik dan pusat riset di Malaysia, Thailand, Vietnam, Amerika Serikat, dan Meksiko, selain di China. Mereka tidak hanya memasok produk untuk Apple, tetapi juga memproduksi perangkat elektronik seperti router, modul pengisian daya nirkabel, dan peralatan konferensi video.

Wang menyebut pihaknya juga mempertimbangkan investasi lebih besar di Asia Tenggara, meski belum merinci negara mana yang menjadi target.

Vietnam, sebagai eksportir besar ke AS dan salah satu lokasi ekspansi Luxshare, dikenai tarif tinggi sebesar 46%, dibandingkan 36% untuk Thailand dan 24% untuk Malaysia. Pemerintah Vietnam saat ini tengah bernegosiasi dengan Washington terkait tarif tersebut.

Wang juga menyatakan bahwa Luxshare belum berencana ekspansi ke India, namun bisa mempertimbangkannya jika ada permintaan khusus dari pelanggan. Pendirian dan pengoperasian lini produksi baru di lokasi yang sudah ada membutuhkan waktu 1 hingga 1,5 tahun, tambahnya.

"Sejauh ini, tidak ada produsen perangkat keras yang menanggung biaya tarif atau logistik pergudangan... Hal itu belum pernah terjadi, dan saya rasa ke depan juga tidak akan," ungkap Wang, ketika ditanya siapa yang akan menanggung biaya akibat tarif baru ini.

Namun, ia mengakui ada kekhawatiran bahwa pelanggan akan meminta harga lebih murah akibat tarif tersebut. "Pelanggan selalu bekerja sama dengan pemasok untuk meningkatkan daya saing," ungkap Wang.