Bagikan:

JAKARTA – Sphere, media hiburan raksasa berbentuk bulat di Las Vegas, bermitra dengan Google dalam menampilkan The Wizard of Oz. Melalui kemitraan ini, Sphere akan memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) Google.

The Wizard of Oz akan ditampilkan pada Agustus mendatang. Untuk mendapatkan visualisasi terbaik, Sphere akan melibatkan teknisi, ribuan kreator, programmer, hingga seniman VFX. Selain itu, teknologi dari Google Cloud dan Google DeepMind akan dilibatkan.

Setelah film dibuat, Sphere akan menggunakan model Veo 2 dan Imagen 3 untuk meningkatkan resolusi dan memperluas visual di latar belakang. Selain itu, model AI dari Google akan digunakan untuk merekonstruksi karakter yang tidak seharusnya muncul bersamaan di layar.

Sphere juga akan menggunakan infrastuktur dari Google Cloud untuk mendukung kebutuhan data dan komputasi yang besar. Film The Wizard of Oz yang akan ditampilkan di layar berukuran besar ini dipastikan akan memproses data hingga 1,2 petabyte selama proyek berlangsung.

Jika dikonversikan ke terabyte, Sphere perlu memproses data sebesar 1.200 terabyte. Oleh karena itu, teknologi unggulan dari Google, termasuk model AI Gemini, sangat dibutuhkan dalam proyek ini.

“Kami membutuhkan mitra yang mampu mendorong batas kemampuan bersama tim kami di Sphere Studios dan Magnopus, dan Google adalah satu-satunya perusahaan yang mampu menjawab tantangan ini di layar LED dengan resolusi tertinggi di dunia," kata Jim Dolan, Executive Chairman dan CEO Sphere Entertainment.

Google Cloud pun merincikan berbagai hal yang akan Gemini, Veo, dan Imagen lakukan dalam mendukung penampilan The Wizard of Oz di Sphere. Berikut ini beberapa teknik yang Sphere butuhkan untuk meningkatkan kualitas film.

  • Meningkatkan resolusi film dengan mengisi piksel yang hilang. Dengan begitu, Google dapat menciptakan gambar yang sangat tajam dengan resolusi 16.000 x 16.000.
  • Sphere memiliki lingkungan yang luas sehingga AI memainkan peran yang sangat penting dalam menonjolkan visualisasi karakter. Google akan membuat karakter dan lingkungannya terlihat lebih mulus.
  • Dalam memproses rangkaian adegan yang sangat panjang, kumpulan data yang besar sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, Google akan memanfaatkan jendela konteks Gemini dan Veo untuk mempertahankan visualisasi secara konsisten.