JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyerukan gerakan nasional untuk mengelola penggunaan ruang digital dengan lebih bijak, untuk meminimalisir dampak negatif dari ketergantungan berlebihan terhadap gadget.
Menurut Meutya, keseimbangan urgensi literasi digital dan keseimbangan aktivitas fisik dalam menghadapi fenomena brainrot, dapat menciptakan penurunan kualitas mental akibat konsumsi konten digital berkualitas rendah.
“Kita harus bijak dalam menggunakan teknologi. Ketergantungan berlebihan terhadap gadget dan derasnya arus informasi dapat berdampak negatif pada kualitas mental,” kata Meutya dalam siaran resminya dikutip Jumat, 21 Februari.
Menkomdigi mengajak seluruh generasi muda untuk memoderasi konsumsi digital dengan aktivitas produktif seperti membaca dan bersosialisasi.
Selain itu, Meutya menegaskan bahwa pendidikan dan literasi digital yang kuat menjadi kunci untuk mengatasi dampak negatif era digital.
Ia mendorong peran aktif institusi pendidikan dalam membentuk kebiasaan sehat dalam berinteraksi dengan teknologi.
“Dengan literasi digital yang baik, kita bisa menghindari dampak buruk dari informasi yang berlebihan dan tak terkendali,” tandasnya.
BACA JUGA:
Meutya turut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia yang cerdas, sehat, dan unggul, khususnya di lingkungan pendidikan.
“Melalui literasi digital yang baik dan kesadaran akan peran teknologi dalam pendidikan, Indonesia diharapkan dapat mencetak generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghadapi tantangan era modern,” pungkas Meutya.