JAKARTA - Apple Maps tetap menggunakan nama Gulf of Mexico untuk Teluk Meksiko, meskipun Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menginstruksikan perubahan nama menjadi Gulf of America. Keputusan ini memicu kekecewaan sejumlah politisi, termasuk perwakilan Texas, Dan Crenshaw, yang menyuarakan keluhannya di media sosial.
Perubahan nama pada peta bukanlah hal yang sederhana. Bahkan setelah Dewan Nama Geografis Amerika Serikat (BGN) menyetujui perubahan nama tersebut, kewenangan mereka terbatas pada lembaga federal. Perintah eksekutif Presiden hanya berlaku untuk lembaga negara atau federal, bukan perusahaan swasta seperti Apple atau Google.
Sebagai perusahaan global, Apple dan Google tidak wajib mengikuti standar penamaan lokal AS. Kedua perusahaan ini menggunakan kombinasi data internal dan sumber publik untuk memetakan lokasi secara global, sehingga tetap mempertahankan nama yang telah digunakan selama lebih dari 400 tahun.
Hey @tim_cook, just noticed Apple Maps still calls it the Gulf of Mexico. Sent a report through the app, but thought you’d want to know! pic.twitter.com/fA7cWtOGY1
— Dan Crenshaw (@DanCrenshawTX) January 21, 2025
Asal-Usul Nama Teluk Meksiko
Nama Gulf of Mexico memiliki akar sejarah yang panjang, berasal dari istilah Aztek yang digunakan oleh penduduk asli wilayah tersebut pada masa kolonisasi Amerika. Nama ini diakui secara internasional dan telah menjadi standar dalam peta global.
United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEN), lembaga yang bekerja untuk menciptakan standar penamaan geografis di seluruh dunia, kecil kemungkinan akan menerima perubahan nama yang dianggap superfluous atau tidak perlu.
BACA JUGA:
Apple dan Google Berpegang pada Standar Global
Apple dan Google bertanggung jawab menyediakan peta yang dapat dipahami oleh pengguna di seluruh dunia. Mengubah nama geografis berdasarkan permintaan satu negara dapat menciptakan kebingungan dan berpotensi mengganggu standar internasional.
Kasus serupa pernah terjadi di negara-negara dengan pemerintahan otoriter, seperti Rusia yang tidak mengakui batas wilayah Ukraina, atau China yang tidak menganggap Taiwan sebagai entitas terpisah. Apple dan Google sejauh ini tetap berpegang pada standar internasional untuk memastikan konsistensi.
Kemungkinan besar, perubahan nama menjadi Gulf of America hanya akan diterapkan pada peta cetak dan buku panduan di AS. Namun, militer AS yang mengikuti konvensi penamaan internasional tetap akan menggunakan nama Gulf of Mexico.
Jika politisi seperti Dan Crenshaw ingin perubahan ini diimplementasikan lebih luas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menekan BGN untuk memperbarui database mereka. Namun, kecil kemungkinan Apple atau Google akan mengubah nama lokasi di peta mereka hanya berdasarkan permintaan satu negara.
Bagi sebagian besar dunia, termasuk pengguna iPhone di AS, nama Teluk Meksiko tampaknya akan tetap bertahan.