JAKARTA – Dalam acara BETT 2025 yang digelar untuk sektor pendidikan, Google mengumumkan berbagai fitur terbaru untuk ChromeOS dan perangkat Chromebook. Melalui pembaruan ChromeOS 132, Google menghadirkan fitur Face Control yang memungkinkan pengguna menggerakkan kursor menggunakan gerakan kepala dan ekspresi wajah melalui kamera depan. Teknologi ini berbasis pada Project Gameface milik Android. Selain itu, mode Membaca di ChromeOS kini mendukung text-to-speech dengan suara yang lebih natural.
Google juga memperkenalkan lebih dari 20 perangkat Chromebook baru, termasuk Chromebook Plus, yang direncanakan meluncur pada tahun 2025. Salah satu inovasi penting lainnya adalah Chromebox OPS, perangkat keras yang dapat mengubah papan pintar atau layar sentuh besar interaktif menjadi perangkat ChromeOS. Ditujukan untuk institusi pendidikan, perangkat ini dikembangkan bersama LG, SMART, Promethean, dan Viewsonic. Google menggambarkan perangkat ini sebagai solusi sederhana yang dapat memperpanjang umur layar pintar layaknya ChromeOS Flex.
Bagi institusi yang menggunakan Google Workspace for Education Plus, fitur baru bernama "Class tools" memungkinkan pengajar untuk mengontrol Chromebook di kelas. Dengan fitur ini, guru dapat membagikan konten langsung ke layar siswa, memantau kemajuan mereka dengan melihat layar mereka secara langsung, serta menampilkan hasil karya siswa yang luar biasa kepada seluruh kelas. Semua ini dilakukan secara real-time dengan kode khusus yang digunakan siswa untuk bergabung ke dalam kelas.
BACA JUGA:
Selain itu, Google menekankan batas kapasitas yang lebih tinggi dalam NotebookLM Plus, yang dirancang untuk mendukung kelas dan organisasi dalam skala besar. Fitur ini memungkinkan profesor membagikan materi kuliah berupa buku teks, video YouTube, dan dokumen lainnya dalam bentuk notebook digital dengan panduan AI yang tersedia kapan saja. IT administrator juga dapat mengunggah basis pengetahuan mereka untuk menciptakan pusat bantuan berbasis chat yang dapat diakses oleh seluruh pengguna sekolah.
Pembaruan ini menunjukkan komitmen Google dalam memberikan solusi teknologi yang inovatif untuk pendidikan, dengan fokus pada aksesibilitas, efisiensi, dan keberlanjutan perangkat.