Bagikan:

JAKARTA - China kembali mencatatkan langkah besar dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan robotika dengan hadirnya ‘Xiaotie’, robot layanan penumpang humanoid pertama di sistem kereta api negara tersebut. Dikembangkan oleh China Railway Xi’an Bureau Group Co., Ltd., Xiaotie resmi bertugas di Stasiun Kereta Api Xi’an. Kehadiran inovatif ini menandai era baru dalam layanan perjalanan, terutama saat debutnya bertepatan dengan arus mudik Festival Musim Semi, salah satu musim perjalanan tersibuk di China.

Berdiri setinggi 1,5 meter, Xiaotie dirancang menyerupai petugas kereta api versi Q, dengan ciri khas rambut pendek, mata besar, dan seragam kereta api. Penampilannya yang ramah dilengkapi dengan mobilitas tinggi, di mana Xiaotie bergerak menggunakan sepeda keseimbangan. Robot ini menawarkan layanan konsultasi, panduan, hingga navigasi untuk penumpang, menjadikannya pendamping perjalanan yang sangat membantu.

Didukung oleh teknologi AI model besar, Xiaotie dapat berinteraksi secara mulus dengan penumpang dan menggunakan tablet untuk menampilkan jawaban secara sinkron. Bahkan, robot ini dapat mengantar penumpang menuju tujuan mereka di dalam stasiun.

Efisiensi Operasional

Xiaotie beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00, memberikan dukungan konsisten bagi para pelancong. Saat daya baterainya hampir habis, Xiaotie secara otomatis mencari stasiun pengisian daya, menunjukkan tingkat kemandirian yang luar biasa.

Ke depan, Xiaotie direncanakan untuk ditempatkan di gerbang tiket guna membantu tugas seperti inspeksi tiket, yang akan semakin meningkatkan perannya dalam sistem kereta api. Desain Xiaotie yang telah dipatenkan memastikan keunikannya dalam bidang ini.

Peluncuran Xiaotie mencerminkan upaya luas China dalam mengintegrasikan AI dan robotika ke berbagai sektor. Di bidang konstruksi, misalnya, para pembangun yang didukung AI telah merevolusi pembangunan kereta api berkecepatan tinggi dengan mempercepat waktu pengerjaan, meningkatkan keselamatan, dan mengoptimalkan sumber daya.

Kemajuan ini menempatkan China sebagai pemimpin global dalam proyek infrastruktur berbasis AI. Selain itu, pengembangan robot humanoid lainnya seperti SE01 buatan Engine AI, yang mampu berjalan, jongkok, dan memindahkan objek, semakin memperkuat posisi China dalam dunia robotika. Robot ini bahkan mendapat pujian dari ilmuwan Nvidia, Jim Fan, atas kapabilitasnya yang luar biasa.

Saat ini, Xiaotie merupakan satu-satunya robot layanan penumpang humanoid di sistem kereta api China, menjadi simbol pencapaian teknologi yang signifikan. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan pengalaman penumpang, tetapi juga membuktikan komitmen China terhadap inovasi.

Dengan kemajuan AI yang terus berkembang, robot seperti Xiaotie diharapkan segera menjadi bagian integral dalam sektor perjalanan, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerdas dan efisien