Bagikan:

JAKARTA - Bitcoin sempat mencetak All-Time-High (ATH) di atas 109.000 dolar AS (Rp1,78 miliar) beberapa saat menjelang pelantikan Donald Trump sebagai presiden ke-47 AS. 

Namun, ketika melakukan pidato pelantikan, Trump terlihat tidak menyebutkan apapun tentang kripto, akibatnya, harga Bitcoin kembali terkoreksi mendekati level 100.000 dolar AS atau sekitar (Rp1,63 miliar).

Analis kripto dari Reku, Fahmi Almuttaqin menyebutkan bahwa koreksi harga Bitcoin  mengindikasikan menurunnya keyakinan investor terhadap akan segera dieksekusinya kebijakan-kebijakan pro-kripto Trump dalam 100 hari pasca pelantikannya.

Bahkan, cuitan Trump di X terkait peluncuran koin meme-nya Trump Official ($TRUMP) sebelum pelantikan, membuat koin tersebut berhasil mencapai kapitalisasi pasar lebih dari 14,5 miliar dolar AS dalam waktu singkat. 

“Pasca pelantikan Trump, koin $TRUMP terkoreksi sekitar 30 persen dalam 24 jam terakhir,” ungkap Fahmi dalam pernyataannya yang diterima pada Selasa, 21 Januari. 

Tapi, meskipun aset kripto tidak disebutkan dalam pidato, Trump telah menempatkan beberapa figur pro-kripto di Gedung Putih, seperti David Sacks, mantan eksekutif PayPal dan seorang investor terkemuka.

Yang di mana menurut Fahmi, potensi terkait cadangan Bitcoin nasional dan perintah eksekutif presiden untuk menghentikan kasus-kasus hukum yang dilayangkan kepada proyek-proyek kripto masih ada. 

“Kemungkinan ke depan dapat dikatakan masih cukup dinamis. Investor dapat memantau langkah-langkah Trump berikutnya, khususnya mengingat dampaknya yang cukup signifikan dalam mempengaruhi pergerakan harga di pasar kripto sejauh ini,” jelasnya.