JAKARTA - Pusat Data Nasional (PDN) Indonesia yang berlokasi di Cikarang, ditargetkan untuk dapat beroperasi pada akhir Maret 2025 mendatang.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam acara Pelantikan Pejabat Tinggi Kementerian Komunikasi dan Digital pada Senin, 13 Januari di kantor Komdigi, Jakarta.
“Insya Allah, tolong mohon doa, itu (PDN) mungkin di akhir Maret sudah bisa running,” kata Meutya kepada awak media.
Selain itu, mengingat insiden ransomware yang menimpa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada Juni tahun lalu, Meutya juga berharap PDN memiliki sistem yang bisa berjalan dengan baik.
“Kita bisa memiliki sistem PDN yang mudah-mudahan bisa berjalan lebih baik dari sebelumnya per akhir Maret ini. Jadi yang kami lakukan selama dua bulan ini adalah mempersiapkan hal tersebut,” pungkasnya.
BACA JUGA:
PDN ini dilengkapi dengan 20 Mega Watt (MW) dan dibangun di atas tanah berukuran 5000 hektar, dengan total luas bangunan mencapai 16.000 meter persegi, di Greenland International Industrial Centre, Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Sebelumnya, Wamenkomdigi Nezar Patria juga telah mengatakan pembangunan bahwa PDN I ini melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terutama dalam penyusunan desain teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan cyber security.
Selain di Cikarang, Indonesia juga akan memiliki dua Pusat Data Nasional lagi, yang dikatakan akan berlokasi di Batam (PDN II) dan juga di Ibu Kota Nusantara/IKN (PDN III).