Bagikan:

JAKARTA - Platform memecoin Pump.fun yang beroperasi di jaringan Solana, kini mulai dipantau firma analitik blockchain terkemuka Chainalysis. Tindakan ini dinilai sebagai upaya penting untuk meningkatkan keamanan dan transparansi di tengah meroketnya popularitas memecoin di ekosistem Solana.

Matthew Wilson, direktur produk Chainalysis, menjelaskan bahwa perusahaannya kini mencakup semua token Solana melalui fitur KYT dan Reactor. “Langkah ini memungkinkan pemerintah menyelidiki penipuan di ekosistem Solana dengan lebih efisien. Kami menawarkan peringatan dini, eksposur, dan pelacakan penuh sejak kontrak SPL diterapkan. Bursa pun dapat mencantumkan memecoin dengan jaminan kepatuhan penuh,” ujar Wilson di LinkedIn.

Pump.fun sendiri memungkinkan siapa pun untuk menciptakan memecoin dengan biaya hanya 0,02 SOL atau sekitar Rp73.000-an berdasarkan nilai SOL saat ini. Model peluncuran token yang adil tanpa presale atau alokasi tim menjadi daya tarik utama platform ini, sekaligus mengurangi risiko ‘rug pull’ atau penipuan.

Sumber pendapatan Pump.fun berasal dari biaya 1% pada setiap transaksi dan 2 SOL untuk koin yang likuiditasnya cukup untuk dicantumkan di Raydium, salah satu bursa terdesentralisasi di Solana. Data Dune mencatat bahwa lebih dari 4 juta memecoin telah diluncurkan melalui Pump.fun bulan ini, dengan pendapatan mencapai 93 juta dolar AS (Rp1,488 triliun) pada November.

Namun, perjalanan Pump.fun tidak sepenuhnya mulus. Pada November, layanan siaran langsungnya dikritik keras akibat munculnya konten tidak pantas, termasuk pornografi dan ancaman bunuh diri. Merespons kontroversi ini, Pump.fun menghentikan sementara layanan tersebut dan berjanji memperkuat sistem moderasi.

Meski kontroversial, Pump.fun berhasil mendorong peningkatan aktivitas di jaringan Solana. Jumlah pengguna aktif mencapai 6,3 juta alamat bulan lalu, dan harga SOL sempat menyentuh rekor tertinggi di 264,18 dolar AS  (Rp4,226 juta). Kendati demikian, keberlanjutan tren memecoin masih menjadi pertanyaan besar.