Bagikan:

JAKARTA - Para peneliti Kaspersky menemukan adanya peningkatan jumlah kelompok ransomware  bertarget di skala global sebesar 30 persen dari 2022 hingga 2023. 

Pada tahun 2023, mereka berhasil memantau dengan cermat dan menemukan sekitar 60 kelompok ransomware bertarget, dibandingkan dengan sekitar 46 kelompok pada tahun 2022 silam.

Kelompok ransomware bertarget ini biasanya menyerang entitas pemerintahan, organisasi terkenal tertentu, atau sekelompok orang tertentu dalam sebuah organisasi. 

“Kelompok ransomware bertarget sangat gigih dan memiliki keinginan besar untuk melakukan pemerasan. Misalnya, jika korban menolak membayar uang tebusan, penjahat siber sering kali mengancam akan mempublikasikan data yang dicuri,” ujar Maher Yamout, Peneliti Keamanan Senior di Kaspersky. 

Maka dari itu, untuk melindungi bisnis Anda dari serangan ransomware bertarget, pertimbangkan untuk mengikuti tips yang diusulkan oleh Kaspersky berikut ini:

  • Selalu memperbarui semua perangkat dan sistem untuk mencegah penyerang mengeksploitasi kerentanan
  • Menyiapkan cadangan offline yang tidak dapat disalahgunakan oleh penyusup, dan pastikan Anda dapat mengaksesnya dengan cepat dalam keadaan darurat
  • Menggunakan solusi keamanan titik akhir yang andal untuk pencegahan eksploitasi, deteksi perilaku, dan mesin remediasi yang mampu membatalkan tindakan berbahaya
  • Jangan lupa untuk menggunakan layanan yang dapat memberikan data mendalam dan wawasan real-time mengenai sejarah, motivasi, dan operasi kelompok ransomware bertarget
  • Gunakan solusi keamanan untuk membantu memblokir ransomware dan mendekripsi file
  • Edukasi karyawan dan pelatihan keamanan siber diperlukan karena kesalahan manusia merupakan penyebab umum pelanggaran keamanan siber dan dapat menjadi titik akses awal serangan ransomware.