YOGYAKARTA – Banyak orang yang belum tahu cara kerja kompresor. Secara umum, perangkat ini berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida, terutama gas, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan mekanis dan termal.
Kompresor merupakan perangkat mekanik multi fungsi yang menjadi jantung pada sistem pendingin (AC, kulkas) dan berbagai industri, mulai dari otomotif, manufaktur, hingga pengecatan. Lantas, apa yang dimaksud dengan kompresor? Bagaimana cara kerjanya? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan dalam artikel berikut ini.
Pengertian Kompresor
Dihimpun dari berbagai sumber, kompresor merupakan perangkat mekanik yang digunakan untuk memperkecil volume gas atau udara dan meningkatkan tekanannya.
Kompresor memiliki dua bagian utama, yakni blok mesin dan komponen pengatur tekanan. Blok mesin berfungsi memompa gas atau udara dari suatu ruang kecil ke ruang yang lebih besar. sedangkan sistem pengatur tekanan berperan menjaga kestabilan tekanan sesuai kebutuhan.
Untuk beroperasi, kompresor dapat menggunakan beragam sumber energi, seperti tenaga listrik, bahan bakar, maupun uap. Seiring perkembangan teknologi, kompresor modern kini dilengkapi dengan sistem kontrol dan pemantauan yang memudahkan pengguna dalam mengatur serta mengawasi proses kompresi secara lebih efisien.
BACA JUGA:
Fungsi Kompresor
Fungsi utama kompresor yakni mengambil udara atau gas dari sekitar, lalu memberi tekanan dalam tabung, kemudian memampatkannya ke dalam sebuah tabung sehingga menghasilkan udara bertekanan yang selanjutnya dapat disalurkan kembali sesuai kebutuhan.
Dalam praktiknya, kompresor sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Berikut ini adalah beberapa fungsi kompresor dalam kehidupan sehari-hari:
- Menyediakan pasokan udara bagi para penyelam.
- Digunakan untuk mengisi tekanan udara pada ban kendaraan.
- Menyuplai udara untuk penggunaan airbrush dan berbagai jenis alat semprot.
- Menghasilkan udara bertekanan dengan volume besar untuk mendukung kegiatan industri berskala besar, seperti sistem pembersihan (purge) di pabrik semen.
- Dimanfaatkan untuk mengisi tabung gas atau silinder dengan udara bertekanan tinggi.
- Menjadi sumber udara bersih bertekanan pada sistem pemanas, pendingin udara pneumatik, dan ventilasi di gedung sekolah maupun perkantoran.
Cara Kerja Kompresor
Kompresor bekerja dengan prinsip pemampatan, di mana gas atau udara dipompa dari ruang kecil ke ruang yang lebih besar untuk meningkatkan tekanannya.
Pada dasarnya, kompresor bekerja dengan memindahkan udara atau gas melalui mekanisme pemompaan dari satu ruang ke ruang lain hingga mencapai tekanan yang diinginkan.
Sebagian besar kompresor menggunakan blok mesin yang dilengkapi satu atau beberapa piston yang bergerak bolak-balik untuk mengalirkan udara atau gas melalui katup masuk (suction) dan katup keluar (discharge). Agar tekanan tetap terkendali, kompresor dilengkapi dengan komponen pengatur seperti regulator tekanan dan katup pengaman.
Seiring perkembangan teknologi, kompresor masa kini telah dibekali sistem kontrol serta pemantauan yang canggih. Sistem ini memungkinkan operator mengawasi berbagai parameter penting, seperti tekanan, suhu, dan aliran udara atau gas, sehingga kinerja kompresor dapat berlangsung secara optimal, efisien, dan aman.
Jenis-Jenis Kompresor
Ada beberapa jenis kompresor yang sering dijumpai di pasaran. Beberapa di antaranya, yakni:
- Air Compressor Belt Driven
Jenis kompresor ini sering dijumpai di bengkel tambal ban. Sistem penggeraknya menggunakan sabuk atau v-belt (vanbelt) yang menghubungkan pompa udara dengan sumber tenaga. Penggeraknya dapat berupa motor listrik maupun mesin berbahan bakar bensin.
- Air Compressor Direct Driven
Air compressor direct driven memiliki sistem penggerak yang terhubung langsung dengan pompa udara tanpa perantara sabuk. Keunggulan utama dari jenis ini adalah proses pengisian udara yang lebih cepat, karena putaran mesin dapat mencapai kecepatan tinggi, sekitar 2.850 rpm.
- Air Compressor Screw
Untuk kebutuhan suplai udara bertekanan secara terus-menerus selama 24 jam atau kebutuhan udara dalam jumlah besar, air compressor screw menjadi pilihan yang tepat. Kompresor ini menghasilkan udara dengan kandungan uap air yang lebih sedikit serta memiliki tingkat kebisingan yang relatif rendah.
- Air Compressor Mini
Air compressor mini berukuran lebih kecil karena tidak dilengkapi tabung penyimpanan tekanan. Fungsinya terbatas pada menghasilkan hembusan udara. Salah satu penerapannya adalah pada airbrush, yang umumnya digunakan untuk pekerjaan pengecatan ringan atau sederhana.
Demikian penjelasan tentang cara kerja kompresor. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya.