Bagikan:

JAKARTA - Mercedes-Benz menjadi salah satu pabrikan yang mulai merespons keluhan pengguna terkait dominasi layar sentuh di dalam kabin. Pabrikan asal Jerman itu mengakui bahwa menyembunyikan berbagai fungsi penting ke dalam menu digital bukanlah solusi ideal bagi semua pengguna.

Meski tetap mempertahankan penggunaan layar berukuran besar pada model-model terbarunya, Mercedes-Benz kini mulai mengembalikan tombol fisik untuk sejumlah fungsi utama. Langkah ini diambil setelah perusahaan menyerap berbagai masukan pelanggan yang menginginkan kemudahan akses tanpa harus bergantung penuh pada sistem layar sentuh.

Pendekatan ini berbeda dengan strategi yang diambil oleh Audi dan Volkswagen, yang memilih mengecilkan ukuran layar infotainment demi menghadirkan kembali kontrol fisik di dalam kabin. Model terbaru seperti Mercedes-Benz GLC dan Mercedes-Benz C-Class akan tetap dibekali layar MBUX “Hyperscreen” berukuran 39,1 inci yang membentang hampir sepanjang dasbor.

Namun, kini keduanya juga dilengkapi tombol fisik yang ditempatkan di depan pengisi daya nirkabel ganda, serta pengembalian tombol dan sakelar konvensional di lingkar kemudi. Kepala penjualan Mercedes-Benz Mathias Geisen, menegaskan perubahan arah tersebut.

"Pelanggan memberi tahu kami dua tahun lalu, 'teman-teman, idenya bagus, tetapi itu tidak berhasil bagi kami', jadi kami mengubahnya dan membuatnya lebih analog," ujarnya, seperti dikutip dari Autocar, Selasa, 5 Mei.

Ia menambahkan bahwa ke depan, tombol fisik, sakelar, dan kenop putar akan tetap menjadi bagian penting dalam desain interior kendaraan Mercedes-Benz. Menurutnya, kombinasi antara teknologi layar dan kontrol fisik adalah pendekatan terbaik untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

"Saya sangat percaya pada layar, karena saya benar-benar yakin jika Anda ingin terhubung, Anda harus membuat keajaiban itu bekerja di balik layar. Namun pada produk kami di masa mendatang, Anda akan melihat lebih banyak tombol fisik untuk fungsi-fungsi spesifik yang ingin diakses langsung oleh pelanggan melalui tombol fisik," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hasil riset konsumen menunjukkan preferensi yang jelas. Selain itu, Mercedes-Benz juga akan menghadirkan fitur personalisasi tampilan layar melalui wallpaper yang dapat disesuaikan.

Layar lebar hampir satu meter ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman digital yang familiar, mengingat pengguna kini sangat terbiasa dengan antarmuka smartphone. "Jika Anda ingin terhubung dengan pelanggan, Anda harus menemukan cara untuk menerjemahkan pengalaman digital ini dari ponsel Anda ke pelanggan," paparnya.

Ke depan, GLC generasi terbaru akan menggunakan platform kendaraan listrik MB.EA dan dijadwalkan meluncur pada kuartal keempat 2026. Platform yang sama juga akan digunakan oleh generasi terbaru C-Class yang direncanakan hadir lebih awal.