Bagikan:

JAKARTA - Honda bersiap menghentikan produksi satu-satunya mobil listrik murni yang saat ini dipasarkan di Eropa. Keputusan ini merupakan bagian dari evaluasi ulang strategi elektrifikasi perusahaan, di mana penjualan model e:Ny1 akan disetop hanya tiga tahun setelah debutnya.

Meski terdengar mendadak, langkah ini tidak berarti Honda keluar dari pasar kendaraan listrik, karena mereka telah menyiapkan model pengganti berupa hatchback Super-N yang menyasar segmen berbeda.

Dilansir dari Carscoops, Selasa, 21 April, e:Ny1 sendiri merupakan hasil kolaborasi Honda dengan Dongfeng dan mulai masuk pasar Eropa pada pertengahan 2023. Model ini pada dasarnya adalah versi listrik dari HR-V untuk pasar lokal.

Secara desain, tampilannya sangat mirip dengan varian hybrid tersebut, namun pengembangannya berasal dari China. Di mana model ini telah lebih dulu dijual dengan nama e:NS1 dan e:NP1 sejak 2022.

Menurut laporan media Jerman Handelsblatt, e:Ny1 kini sudah tidak lagi muncul di konfigurator di sejumlah pasar utama seperti Jerman, Italia, dan Spanyol. Meski demikian, model ini masih bisa dipesan di Prancis dan Austria.

Honda disebut tengah mengalihkan stok tersisa ke Inggris dan kawasan Nordik, wilayah yang permintaannya relatif lebih kuat. Persaingan ketat menjadi salah satu faktor utama melemahnya performa penjualan e:Ny1.

Model ini kalah bersaing dengan rival yang lebih baru dan memiliki harga lebih kompetitif, baik dari pabrikan Eropa maupun China. Bahkan setelah harga di Jerman dipangkas dari dari47.590 Euro menjadi 38.990 Euro, Honda hanya mampu menjual 105 unit sepanjang tahun lalu.

Secara spesifikasi, e:Ny1 dibangun di atas platform e:N Architecture F dengan motor listrik tunggal bertenaga 201 hp (150 kW / 204 PS). Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 68,8 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 412 km berdasarkan standar WLTP.

Dibandingkan HR-V versi Eropa, e:Ny1 tampil dengan fascia depan baru yang mengintegrasikan port pengisian daya di grille, lampu belakang transparan, serta layar sentuh vertikal berukuran 15,1 inci di dalam kabin.

Penghentian model ini di Eropa mencerminkan perubahan strategi global Honda yang lebih luas. Pabrikan tersebut sebelumnya juga telah mengonfirmasi pembatalan sejumlah proyek kendaraan listrik untuk pasar Amerika Utara, termasuk Acura RSX, sedan dan SUV Seri 0, serta model sedan dan SUV Afeela hasil kolaborasi Sony Honda Mobility.

Meski demikian, Honda belum sepenuhnya meninggalkan kendaraan listrik. Sebagai gantinya, mereka akan menghadirkan Super-N di Eropa dan Inggris setelah lebih dulu meluncur di Jepang.

Hatchback listrik berukuran kecil ini terinspirasi dari Honda City Turbo II, mengusung tampilan sporty dengan tenaga 94 hp. Harganya diperkirakan mulai di bawah 20.000 poundsteling, menjadikannya opsi yang lebih terjangkau dengan karakter yang unik.

Saat ini, lini produk Honda di Eropa didominasi oleh kendaraan hybrid dan plug-in hybrid, setelah seluruh model bermesin pembakaran internal murni resmi dihentikan sejak akhir 2022.