Bagikan:

JAKARTA - Perwakilan dari Euro NCAP, lembaga penilaian keselamatan kendaraan di Eropa yang menjadi salah satu rujukan global, melontarkan kritik tajam terhadap teknologi Full-Self Driving (FSD) milik Tesla. Sistem yang selama ini sering dipuji tersebut dinilai berpotensi membahayakan dan tidak mencerminkan tanggung jawab penuh dari pabrikan.

Direktur Teknis Euro NCAP Richard Schram, dalam keterangannya kepada media Australia dan Selandia Baru, menyebut teknologi tersebut kemungkinan besar tidak akan memperoleh penilaian tinggi jika diuji menggunakan standar saat ini.

“(FSD Tesla) memang mengesankan, tapi ada bahaya besar, yaitu terlalu bergantung pada sistem tersebut. Apa yang ingin saya lihat dari Tesla adalah, ‘ini benar-benar self-driving penuh, dan kami akan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa pun yang terjadi selamanya,’” kata Schram, dikutip dari laman Drive, Senin, 30 Maret.

Sebagai gambaran, FSD (Supervised) memungkinkan kendaraan seperti Tesla Model 3 dan Tesla Model Y yang kompatibel untuk menghadapi berbagai kondisi berkendara kompleks, mulai dari jalan perkotaan, berhenti di lampu lalu lintas, hingga parkir otomatis. Kemampuan ini didukung oleh sistem berbasis kamera serta pemrosesan data berkecepatan tinggi.

Meski demikian, teknologi ini masih berada di wilayah abu-abu secara hukum di sejumlah negara, termasuk Australia. Tesla sendiri menampilkan peringatan agar pengemudi tetap memegang setir, namun aturan tersebut tidak selalu ditegakkan secara konsisten kecuali sistem mendeteksi kurangnya perhatian pengemudi.

Di Eropa, FSD belum dipasarkan secara luas karena adanya kekhawatiran terkait regulasi serta standar keselamatan yang lebih ketat. Kondisi jalan dan aturan lalu lintas yang berbeda di tiap negara dalam jarak yang relatif berdekatan juga menjadi tantangan tersendiri bagi penerapan teknologi otonom.

Menurut Schram, persoalan utama justru terletak pada penamaan “Full-Self Driving” yang dinilai menyesatkan. Ia menegaskan bahwa sistem tersebut tetap menempatkan tanggung jawab pada pengemudi, bukan pada kendaraan.

“Jika Anda ingin menyebutnya otomatisasi, silakan, tapi berarti Anda (pabrikan mobil) yang bertanggung jawab. Secara adil, dan bukan hanya soal Tesla, pada umumnya tidak ada yang benar-benar self-driving, semuanya adalah sistem bantuan. Sistem bantuan yang canggih juga tetap membutuhkan keterlibatan pengemudi. Jika itu seimbang, tidak masalah," ujarnya.

Ke depan, interaksi antara pengemudi dan sistem keselamatan aktif menjadi fokus baru dalam penilaian Euro NCAP, termasuk oleh ANCAP. Mulai 2026, pengujian akan mencakup ketahanan sistem pemantauan pengemudi, khususnya terkait akurasi dan kemampuan pelacakan.

Sementara itu, untuk aturan yang direncanakan berlaku pada 2029, lembaga ini tengah merancang metode pengujian yang lebih canggih guna menilai “kecerdasan” sistem pemantauan. Sistem keselamatan aktif nantinya hanya boleh mengambil tindakan jika benar-benar mendeteksi bahwa pengemudi tidak menyadari potensi bahaya.

Euro NCAP menilai, jika sistem memberikan peringatan hanya karena pengemudi menoleh sejenak atau mengganti saluran radio, padahal masih sadar situasi, maka teknologi tersebut dianggap belum diterapkan secara optimal. Aturan untuk 2029 sendiri masih dalam tahap pengembangan dan akan melibatkan masukan dari berbagai produsen otomotif sebelum resmi diberlakukan.