Bagikan:

JAKARTA - Volvo mengumumkan penarikan global unit SUV listrik EX30 karena potensi masalah panas berlebih pada baterai, yang dapat menyebabkan kebakaran.

Mengutip dari laman Carnewschina, Selasa, 24 Februari, total ada 40.323 unit kendaraan terdampak, dengan detail EX30 Single-Motor Extended Range dan Twin-Motor Performance yang dilengkapi dengan sel baterai tegangan tinggi yang diproduksi oleh Shandong Geely Sunwoda Power Battery Co, sebuah usaha patungan yang didukung oleh perusahaan induk Volvo, Geely.

"Kami sekarang sedang menghubungi pemilik semua mobil yang terdampak untuk memberitahu mereka tentang langkah selanjutnya,” kata Volvo dalam sebuah pernyataan.

Masalah baterai menjadi perhatian publik setelah sebuah EX30 terbakar di sebuah dealer di Maceió, Brasil, pada November 2025 lalu yang tentunya bisa membuat reputasi keselamatan merek turun.

Analis industri, seperti yang dikutip laporkan Reuters, memperkirakan penggantian modul baterai dapat menelan biaya cukup mahal, belum termasuk biaya logistik dan perbaikan.

Sejak Desember, Volvo telah menginstruksikan pemilik EX30 di lebih dari selusin negara termasuk Amerika Serikat, Australia, dan Brasil untuk membatasi pengisian daya hingga 70 persen dari kapasitas dan memarkir kendaraan jauh dari bangunan untuk mengurangi risiko kebakaran.

Langkah sementara ini telah mengurangi jangkauan efektif kendaraan, yang tentunya membuat banyak pelanggan frustasi.

Volvo berkomitmen untuk mengganti paket baterai yang bermasalah secara gratis, dengan menyatakan bahwa pemasok telah mengatasi masalah manufaktur dan akan menyediakan sel baterai baru.

Penarikan kembali produk ini menyusul sengketa hukum yang signifikan antara anak perusahaan Geely, Viridi E-Mobility Technology, dan produsen baterai Sunwoda.