JAKARTA - Ford Motor Company menegaskan tidak memiliki rencana membangun kendaraan listrik di Amerika Serikat bersama Xiaomi. Ini membantah laporan yang menyebut kemitraan tersebut berpotensi membuka jalan bagi produsen mobil China untuk mendapatkan pijakan di AS.
Isu itu mencuat setelah laporan Financial Times pada akhir pekan lalu mengklaim Ford sempat berdiskusi dengan Xiaomi. Ini terkait kemungkinan usaha patungan produksi kendaraan listrik di AS, dengan mengutip empat sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Dilansir Electrek, Selasa, 3 Februari, Xiaomi langsung membantah kabar itu. Perusahaan teknologi asal China tersebut menyatakan laporan tersebut sama sekali tidak benar, dan menegaskan bahwa mereka tidak menjual produk dan layanannya di Amerika Serikat.
"Laporan tentang usaha patungan dengan Ford Motor Company ini sepenuhnya salah. Xiaomi tidak menjual produk dan layanannya di Amerika Serikat dan tidak sedang bernegosiasi dengan perusahaan mana pun untuk melakukan hal tersebut," bunyi pernyataan Xiaomi.
BACA JUGA:
Sementara itu, Ford juga memberikan bantahan keras. Produsen otomotif asal Dearborn itu mengatakan bahwa berita kerja sama dengan Xiaomi sepenuhnya salah.
Rumor ini turut dikaitkan dengan laporan The Wall Street Journal bulan lalu yang menyebut Ford tengah bernegosiasi dengan BYD untuk mengimpor baterai bagi kendaraan hibrida yang akan dijual di luar AS. Meski demikian, Ford memang disebut sempat mengadakan pembicaraan dengan BYD dan sejumlah produsen mobil China lainnya mengenai peluang kemitraan di AS.
Menanggapi isu tersebut, anggota DPR AS John Moolenaar mengatakan kepada FT bahwa Ford akan mengabaikan mitra Amerika dan sekutunya, dan akan membuat negara kita semakin bergantung pada China.
Di sisi lain, Ford saat ini berada di jalur untuk memulai produksi baterai lithium besi fosfat (LFP) di pabrik barunya senilai 3,5 miliar dolar AS di Michigan pada tahun ini. Fasilitas tersebut akan menggunakan teknologi berlisensi dari CATL.
Pabrik itu nantinya memasok baterai untuk kendaraan berbasis Platform EV Universal berbiaya rendah milik Ford. Di mana, akan diawali dengan truk pikap listrik ukuran menengah dengan banderol sekitar 30.000 dolar AS atau setara Rp503 jutaan.