JAKARTA - Media pemerintah China mengungkap adanya aktivitas pencemaran nama baik daring yang terkoordinasi dan menargetkan industri kendaraan energi baru. Praktik ini melibatkan penyebaran disinformasi, serangan terencana, hingga manipulasi reputasi yang berdampak luas pada produsen mobil, komentator otomotif, hingga konsumen biasa.
Pengungkapan tersebut mencerminkan meningkatnya pengawasan regulator terhadap perilaku tidak pantas di ruang digital, seiring persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif China. Menurut laporan China Central Television, aktivitas daring berbahaya di sektor kendaraan energi baru telah melampaui konflik antarperusahaan.
Serangan juga menyasar pemilik kendaraan individu, yang beberapa di antaranya mengalami pelecehan hanya karena pilihan merek mobil mereka. Laporan itu menyebut serangan terjadi di berbagai platform digital hingga interaksi offline, menunjukkan dampak sosial dari kampanye disinformasi yang dijalankan secara terorganisir.
Hasil investigasi menemukan bahwa sejumlah komentator otomotif berpengaruh memanfaatkan jangkauan daring mereka untuk menyebarkan informasi menyesatkan dan merusak reputasi perusahaan.
Seorang influencer otomotif dengan ratusan ribu pengikut bahkan dinyatakan bersalah oleh pengadilan atas pencemaran nama baik. Influencer tersebut diwajibkan menyampaikan permintaan maaf publik dan membayar kompensasi.
Otoritas juga mencatat, beberapa akun yang telah diblokir muncul kembali menggunakan identitas baru untuk menghindari pengawasan.
Media pemerintah turut mengungkap bahwa jaringan terorganisir menggunakan alat kecerdasan buatan untuk memproduksi konten negatif dalam jumlah besar.
Konten tersebut kemudian disebarkan melalui akun simulasi guna memperkuat rumor secara cepat, terutama menjelang peluncuran kendaraan atau agenda industri besar. Investigasi yang sama menemukan bahwa sebagian konten yang diklaim sebagai ulasan otomotif objektif justru menyesatkan konsumen dan mendistorsi opini publik.
Dalam sejumlah kasus, ribuan unggahan bernada negatif muncul beberapa minggu sebelum kendaraan resmi diluncurkan ke pasar, mengindikasikan penggunaan akun terkoordinasi dan pembuatan konten otomatis. Laporan juga menyebut bahwa beberapa influencer otomotif mematok tarif lebih mahal untuk konten promosi negatif dibandingkan unggahan komersial standar.
BACA JUGA:
Konflik daring turut melibatkan produsen mobil, sebagaimana dilansir Carnewschina, Jumat, 30 Januari. Beberapa perusahaan dilaporkan menggunakan kanal media sosial untuk menyebarkan informasi negatif tentang pesaing, sementara eksekutif industri terkadang ikut terlibat dalam perselisihan publik yang memperkeruh wacana daring.
Sebelumnya, CarNewsChina juga mencatat sejumlah putusan pengadilan yang memenangkan produsen mobil dalam perkara pencemaran nama baik oleh kreator konten daring. Pada Desember 2025, pengadilan memerintahkan penghapusan konten fitnah, permintaan maaf publik, serta pembayaran kompensasi hingga 2,0187 juta yuan dalam kasus yang melibatkan BYD, Great Wall Motor, dan Xpeng.
Sementara pada Januari 2026, seorang blogger diwajibkan membayar BYD sebesar 2,01 juta yuan setelah terbukti menyebarkan klaim menyesatkan terkait konsumsi bahan bakar SUV Denza B5. Otoritas regulator pun memperketat penegakan hukum.
Administrasi Ruang Siber China telah menangani puluhan ribu pengaduan perusahaan dan mengarahkan platform digital untuk menghapus konten memfitnah dalam jumlah besar. Ribuan akun juga telah dibatasi atau ditutup.
Pemerintah China turut meluncurkan kampanye bersama yang menargetkan iklan palsu, pencemaran nama baik yang bersifat jahat, serta manipulasi opini daring. Kampanye ini mewajibkan perusahaan dan platform memperbaiki praktik yang melanggar aturan.
Terungkapnya jaringan fitnah daring tersebut terjadi di tengah pesatnya ekspansi pasar kendaraan energi baru di China. Pada 2025, produksi dan penjualan segmen ini melampaui 16 juta unit, dengan kontribusi lebih dari separuh total penjualan kendaraan baru domestik.
Laporan itu menegaskan bahwa pihak berwenang akan terus melanjutkan langkah penegakan hukum guna menekan disinformasi dan serangan reputasi yang mengganggu perkembangan industri kendaraan energi baru.