Bagikan:

JAKARTA – China kembali menunjukkan keseriusannya dalam memimpin era kendaraan listrik dunia. Negeri Tirai Bambu itu baru saja meluncurkan rencana aksi tiga tahun untuk membangun 28 juta fasilitas pengisian daya EV di seluruh negeri hingga 2027.

Langkah besar ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 80 juta kendaraan listrik yang diprediksi akan melaju di jalanan China beberapa tahun ke depan. Program ambisius ini digagas oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) bersama sejumlah kementerian lain.

Fokus utamanya adalah memperluas jaringan pengisian cepat di kota besar, menambah fasilitas di rest area jalan tol, serta memperkuat infrastruktur pengisian di kawasan perumahan dan pedesaan. Pemerintah juga mendorong partisipasi sektor swasta agar investasi di bidang ini semakin masif.

Menurut laporan resmi, hingga Agustus 2025, China telah memiliki sekitar 17,35 juta titik pengisian daya, meningkat 53,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pesat ini menjadikan China sebagai negara dengan infrastruktur pengisian kendaraan listrik terbesar di dunia, dan masih terus berkembang pesat.

Dengan jaringan pengisian yang semakin dekat dengan pengguna, salah satu hambatan utama dalam adopsi mobil listrik, yaitu kekhawatiran jarak tempuh, akan semakin berkurang. Upaya ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan tonggak penting dalam transformasi industri otomotif global.

Selain memperluas jaringan fisik, pemerintah China juga menaruh perhatian pada teknologi cerdas di sektor pengisian daya, seperti sistem pembayaran digital, manajemen energi berbasis AI, dan layanan pengisian bergerak.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadikan pengalaman pengguna EV lebih cepat, mudah, dan efisien. Dengan rencana masif ini, China seolah menegaskan bahwa transisi menuju mobilitas bebas emisi bukan sekadar wacana.