JAKARTA - Nissan dalam 15 tahun terakhir selalu memegang posisi teratas di pasar kendaraan listrik di Jepang, sebagian besar berkat model Leaf yang cukup populer. Namun, tampaknya perlahan akan mulai goyah.
Menurunnya minat terhadap kendaraan listrik Nissan dan meningkatnya permintaan akan produk-produk baru dari para pesaing telah mendorong pasar ke fase baru. Untuk pertama kalinya, Nissan disalip sebagai merek kendaraan listrik terlaris di Jepang berdasarkan penjualan triwulanan, dengan Toyota mengambil alih posisi terdepan pada kuartal keempat tahun 2025.
Menurut data terbaru dari asosiasi industri otomotif Jepang, Toyota menjual 3.684 kendaraan listrik di dalam negeri pada kuartal keempat tahun 2025, sebuah peningkatan yang didukung oleh peluncuran bZ4X pada bulan Oktober, mengutip dari laman Carscoops, Selasa, 13 Januari.
Meskipun angka tersebut masih tergolong kecil menurut standar global, angka tersebut menunjukkan peningkatan tiga belas kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
BACA JUGA:
Sementara itu, Nissan mencatat penurunan penjualan kendaraan listrik sebesar 56 persen menjadi 2.857 unit. Baik Leaf maupun Sakura mengalami penurunan permintaan pada bulan-bulan terakhir tahun ini.
Momentum tersebut tidak hanya terbatas pada Toyota. Menurut Nikkei Asia , Honda juga mencatatkan peningkatan, didorong oleh peluncuran N-One e:. Dengan jangkauan hingga 295 km. Honda menjual 2.732 unit pada kuartal keempat, peningkatan yang cukup untuk melampaui Tesla, yang juga mencatatkan peningkatan angka penjualan.
Meskipun penjualan kendaraan listrik (EV) telah meningkat pesat di sebagian besar dunia selama beberapa tahun terakhir, kendaraan listrik masih hanya mencakup sebagian kecil dari pasar Jepang. Saat ini, kendaraan listrik hanya menyumbang 1,9 persen dari total penjualan mobil baru di negara tersebut.
Beberapa model baru yang dijadwalkan diluncurkan pada tahun 2026 dapat membantu meningkatkan angka tersebut, dan pemerintah juga berupaya mempercepat transisi tersebut.