Bagikan:

JAKARTA – Pertarungan dominasi di pasar otomotif Amerika Serikat (AS) antara dua raksasa, Toyota dan Ford, semakin memanas.

Di Kuartal II, Toyota berhasil mengungguli Ford dalam penjualan di AS, namun persaingan semakin ketat dengan pertumbuhan tahun-ke-tahun Ford yang signifikan.

Toyota Motor Amerika Utara, termasuk Lexus, berhasil mencatatkan penjualan lebih tinggi di Kuartal II 2025 dengan 666.469 unit, mengalahkan Ford sebanyak 54.374 unit, tetapi Ford menunjukkan peningkatan penjualan tahunan yang jauh lebih agresif. Ford membukukan kenaikan 14,2 persen di Kuartal II, atau 7 persen lebih tinggi dari Toyota.

Jika tren ini berlanjut, diperkirakan Ford bahkan dapat menyalip Tesla dalam penjualan di AS pada Kuartal III. Namun, dilansir dari Autoblog, Rabu, 23 Juli, Toyota memiliki beberapa keunggulan strategis yang patut diperhitungkan, salah satunya adalah rantai pasokan yang terdiversifikasi.

Keunggulan Toyota dalam Elektrifikasi dan Manufaktur AS

Toyota berada di garis depan dalam inovasi kendaraan listrik. Pada akhir Kuartal II, Toyota melaporkan memiliki 32 pilihan kendaraan terelektrifikasi, terbanyak di antara semua produsen mobil. Pilihan ini mencakup kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), kendaraan listrik baterai (BEV), dan kendaraan listrik sel bahan bakar (FCEV). Pada bulan Juni, penjualan kendaraan listrik (EV) Toyota melonjak 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 90.426 unit, atau 46 persen dari total penjualannya di bulan Juni.

Di sisi lain, Ford tertinggal jauh dalam penjualan kendaraan terelektrifikasi di bulan Juni, hanya mencatatkan 25.254 unit di AS. Selain itu, kesuksesan Ford di Kuartal II banyak bergantung pada program diskon karyawan untuk sebagian besar inventarisnya, yang berakhir pada 6 Juli.

Toyota juga memiliki jejak manufaktur yang kuat di AS, meskipun memproduksi lebih sedikit kendaraan secara domestik dibandingkan Ford. Produsen mobil ini memiliki 11 pabrik manufaktur di 10 negara bagian AS. Pengiriman aktif ke fasilitas baterai Toyota di Carolina Utara juga telah dimulai pada bulan April.

Meskipun Ford memberikan tekanan yang meningkat, Toyota tidak perlu terlalu khawatir dengan beberapa produsen mobil besar lainnya. Setelah Kuartal II, Volkswagen, Nissan, dan Stellantis semuanya melaporkan kerugian penjualan tahun-ke-tahun dan pengiriman kuartalan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan Toyota. Dari ketiga produsen ini, Volkswagen Amerika mengalami penurunan tahunan paling curam sebesar 29 persen, diikuti oleh Stellantis sebesar 10 persen dan Nissan sebesar 6,5 persen.